Ketahuilah, Tidak Ada Bid’ah Hasanah!!

Pendapat yang mengatakan adanya bid’ah hasanah (yang baik) dalam Islam termasuk fitnah dan musibah terbesar dari berbagai macam fitnah dan musibah yang menimpa ummat ini. Bagaimana tidak, perkataan ini pada akhirnya akan menghalalkan semua bentuk bid’ah dalam agama yang pada gilirannya akan merubah syari’at-syari’at agama AllahSubhanahu wa Ta’ala yang telah dibakukan tatkala Dia mewafatkan Nabi-Nya Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.

Yang lebih celaka lagi, fitnah ini telah memakan banyak korban tanpa pandang bulu, mulai dari orang awwam yang tidak paham tentang agama sampai seorang yang dianggap tokoh agama yang telah meraih berbagai macam gelar –baik yang resmi maupun yang tidak- dalam ilmu agama Islam, semuanya berpendapat akan adanya bid’ah yang baik dalam Islam. Maka betapa buruknya nasib umat ini bila orang-orang yang membimbing mereka, yang mereka anggap tokoh agama berpendapat dengan pendapat ‘aneh’ seperti ini, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Lagi

Iklan

Penjagaan terhadap Si Kecil di Awal Malam

Penulis: Al-Ustâdzah Ummu Ishâq Zulfâ Husein Al-Atsariyyah

Datangnya malam usai matahari tenggelam hingga datangnya waktu ‘Isya adalah saat bertebarnya para setan. Tak heran jika rutinitas masyarakat semisal aktivitas jual beli justru mengalami puncak keramaian (baca: godaan) nya di waktu ini. Sesungguhnya agama mulia yang sempurna ini telah mensyaratkan kepada kita utamanya anak-anak kita untuk tidak keluar rumah di waktu-waktu ini.

Matahari senja baru saja tenggelam di ufuk barat. Malam pun merambat datang sementara kegelapan perlahan mulai menyelimuti bumi. Tampak beberapa anak kecil sedang bermain, berkejaran di pekarangan sebuah rumah. Sesekali, mereka berlari ke jalanan kampung. Di teras sebuah rumah, seorang ibu terlihat tengah meninabobokan bayinya, beralasan “mencari angin” karena si bayi kepanasan di dalam rumah. Lagi

Tawaran kepada Orang Shalih

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Kemapanan adalah alasan yang kerap dikemukakan orangtua atau wali kala menerima atau menolak pinangan seorang laki-laki terhadap putrinya. Mereka berargumen, kemapanan calon suami menjadi kunci utama dari kebahagiaan putrinya. Bagaimana dengan keteladanan salafus shalih dalam hal ini? Lagi

Akhwat n Ikhwan

Akhwat…Akhwat..

muslimahAkhwat? Mangnya ada apa sama akhwat?
Ga da apa-apa sih…cuman….
Kagum aja…

Wat, kamu ga gerah ya? Pake jilbab kok panjang-panjang amat?
Akhwat bilang menutup aurat.
Tapi wat, biar begitu aku jadi hormat.

Kata temen2, kamu juga ga pake kosmetik gono gini ya wat?
Ga takut dibilang jelek wat?
Apa?! Cukup dengan wudhu, wajahmu jadi sehat?
Tapi, mang bener sih. Keliatannya cerah meskipun lagi nongol sang jerawat.
Di jidat si akhwat

Setiap aku ngeliat, kamu selalu terlihat bersemangat.
Pada gerak si akhwat, keceriaan tersirat.

Wat, ke mana siang2 begini? Panas menyengat…
Hah?!! Menyelamatkan ummat? (maksudnya; ngaji, belajar; beramal; trus da’wah deh).

Tapi si akhwat ga pernah ngerasa berat.
Kok bisa gitu wat?
Ohh…ternyata tiap malem kamu sholat…

Senyum sumringah si akhwat akhir-akhir ini selalu terlihat
Ada apa sama si akhwat?
Wah…akhirnya si akhwat akan menjadi ummahat!!
Selamat…Selamat…

(by: Said Ridho Abdillah)

Ikhwan…Ikhwan…

Ikhwan? Mangnya ada apa sama ikhwan?ikhwan712
Ga ada apa-apa sih….cuman…
Salut aja….

Wan, ngapain sih tunduk-tunduk gitu kalo jalan?
Duit kamu hilang?
Oh, ternyata si ikhwan cuma mau menjaga pandangan.
Truz, koq ga mau salaman sama perempuan?
Kata ikhwan, agamanya melarang lawan jenis bukan muhrim bersentuhan.
Ooh, begitu ya wan..

Kamu juga dikenal sebagai makhluk yang anti pacaran.
Kenapa sih wan?
Apa?! Pacaran itu dilarang??!
Masa iya sih wan?
Ikhwan bilang, “lebih enak pacaran setelah pernikahan,
ga dapet dosa, malah dapet ganjaran.”
Wah, asyik tuh wan..!

Umm…jangan marah ya wan…
Aku pernah denger selentingan,
Kata orang, penampilanmu itu rada kampungan.
Trus, kamu juga dibilang kuper alias kurang pergaulan.
Ups! Sorry ya wan…
“Biar aja dibilang kampungan, yang penting otak brilian,
lebih baik dibilang kurang pergaulan
daripada dicap kuber alias kurang beriman.”
Begitu jawab si ikhwan.
Ooo….

Tapi wan, koq kamu pake celana cingkrang?
Hah?! Isbal (memanjangkan celana sampe bawah mata kaki) itu di larang??!
Eh, jenggot di dagumu juga semakin panjang.
Trus, kenapa tuh ada stempel di jidat kamu wan?
Ooh…pantesan…
Qiyamullail jadi kebiasaan
Shalat jama’ah di masjid ga ketinggalan
Hafalan Qur’an jadi kebutuhan
Shaum sunnahnya juga gak terlewatkan
Ma’tsurat-an pagi petang
Apalagi tilawah Quran…
Wuiiiih…kagak pernah bosan!
Salut deh wan!

Eh, wan. Denger-denger kamu mau pergi berjuang?
Ke mana sih wan?
Apa?! Ke medan pertempuran??!
Apa gak takut nyawamu melayang?
Kata si ikhwan, “ ’isy kariiman au mut syahiidan!”
Hmm…ini baru namanya militan.

Oh ya wan, akhir2 ini aq sering ngeliat kamu senyam-senyum sendirian.
Cari ma’isyah(penghasilan) pun jadi giaaat tenan.
Ada apa dengan si ikhwan?
Wah…ternyata bentar lagi ikhwan mau walimahan!!
Barakallah, Barakallah ya wan…!!

(By: Khaleeda)

 

url : http://akhwat-militan.blog.friendster.com