Ukhtiy, Engkaukah Bidadari Itu?

Awalnya tulisan ini beda dengan isi yang saat ini ukhtiy fillah sekalian baca. Tadinya ana tuh copaz dari seorang ikhwah pas beliau nge-tag tuh artikel di facebook ana. Tapi setelah dikoreksi ulang n banyak kekeliruan dalam penggunaan ayat-ayat Al-Qur’annya, maka itu isinya jadi tak ganti. Gak semua sih. tapi sebagian besarnya.

Koq isinya aja yang diganti? Kenapa g sekalian ama judul-judulnya juga? Karena, ana rasa judulnya lumayan menjual tuh. Hhehehehe 😉

Pembahasan kita kali ini insyaAllah masih tetep nyambung dengan isi dari judul postingannya.

Coba juga antunna liat postingan ana sebelumnya yang berjudul Karakteristik Seorang Muslimah

14642_1151665993880_1294551291_30442733_6978768_n

Terus, ana mau tanya nih. Ada yang bersedia buat jadi bidadari di surga???

Ya iyalah…. (jawab antunna rame-rame dari kejauhan). Setelah tersadar, antunna tanya bareng lagi ke ana kayak koor paduan suara, caranya….? (hhehhehe, afwan. Hayalan tingkat tinggi 😉 )

Untuk itu, yuks kita kaji bareng…. (Jika terdapat salah-salah kata n kutipan ayat atau hadist pada artikel ini, jangan ragu buat dikoreksi. Jazakumullahu khair sebelumnya)
Catatan : Setiap wanita berpeluang menjadi bidadari baik di dunia terutama di akhirat kelak, ASALKAN :

Lagi

Iklan

Karakteristik Seorang Muslimah

1_529789393mTulisan ini terinspirasi dari sebuah materi halaqah yang pernah ana dapetin waktu masih di Palembang. Semoga aja bisa ngasih sedikit manfaat buat ikhwah fillah sekalian, khususnya para ukhtiy yang terus berjuang dan memperjuangkan keistiqamahan dijalan Allah. Keep spirit ya ukh ! J. Tema kali ini terasa cukup berat bagi ana karena yang akan dibahas sebagian besar adalah kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang manusia yang beriman dan percaya kepada datangnya hari akhir. So kalo ditengah jalan (ditengah pembahasan maksudnya….) antunna sekalian nemuin adanya kesalahan, harap segera dikoreksi ya. Buat kebaikan kita bersama ([lanjutkan!] maksudnya ??? ;-)). Ditunggu ya……
Lagi

Cari Istri Shalihah n Cerdas, Standarnya???

Perhiasan yang paling indah

Bagi seorang abdi Allah

Itulah ia wanita shalihah

Ia menghiasi dunia

(The Fikr : Wanita Shalihah)

ikhwan-n-akhwatWaktu ana log-in di Facebook, ana tanpa sengaja ngebaca “curahan hati” sekaligus doa dari seorang ikhwah (tsaaaa….) yang sengaja beliau tulis di “wall” Facebook miliknya. Beliau bilang pengin cari istri yang shalihah lagi cerdas. Dari situlah tulisan ini terinspirasi (cie….). Permasalahan yang kemudian timbul dan tenggelam dalam benak ana serta akan ana angkat disini adalah berkaitan dengan kata “cerdas” tersebut dan standarisasinya.

Kenapa harus cerdas???

Bukannya sebelumnya ada kata ”shalihah” yang bahkan disebut lebih awal daripada kata cerdas itu sendiri?
Lagi

Berburu Barakah dalam Cantik Sejati

logoMengenaskan dan menjadi sebuah ironi memang, saat sebagian besar kaum wanita –khususnya di negeri kita tercinta ini– yang menjadikan nilai sebuah kecantikan hanya bermakna sebatas kesempurnaan fisik semata. Hanya sebuah keindahan kasat mata belaka yang lambat laun akan sirna dengan bertambahnya usia, meski hal itu tak diinginkan. Hal ini jugalah yang menginspirasi ana yang juga seorang akhwat –insyaallah– agar kita selaku muslimah dapat saling mengingatkan bahwa sesungguhnya kecantikan sejati bukanlah semata-mata cantiknya paras wajah yang jika dilihat akan menarik perhatian banyak orang. Namun kecantikan sejati ialah kecantikan yang berasal dari pancaran cahaya hati yang senantiasa mengingat akan kebesaran Rabb Sang Maha Pencipta kecantikan itu sendiri…… “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 28).

Beberapa tips yang mungkin dapat kita ambil bersama hikmahnya agar kecantikan yang sejati yang terpancar dari dalam hati dapat kita miliki (istilah kerennya sih kata orang-orang inner beauty gitu deh J) insyaallah aka nana ketengahkan disini buat ukhtiy fillah semuanya (bisa juga diterapkan buat para ikhwan agar menambah aura kebijaksanaannya, *piss ;-))

Lagi

Syair Diri….

Jikalau kuntum-kuntum bunga melihat

maka merekapun pasti kan berbangga dan berkata kepada sesama mereka

”Aduhai, ternyata kita masih jauh lebih indah dibanding akhlak manusia ini”

 

Tatkala lebah mengetahui

Tentulah mereka kan berbisik

”Ternyata kaumku tercipta lebih pandai mengumpulkan ribuan tetes madu yang manis dibanding pandainya manusia ini dalam mengumpulkan sebuah demi sebuah kata yang manis untuk di dengarkan oleh qalbu-qalbu manusia”

Saat semut menyaksikan

Pastilah ia kan berucap

”Ternyata usaha yang kulakukan masih jauh lebih keras dibandingkan usaha yang dilakukan manusia ini dalam memperbaiki diri”

 

Lagi

10 Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab

nona-jilbabAssalamu’alaikum ya ukhtiy fillah. Jumpa lagi dengan ana disini (caile… 🙂 ). Artikel ana kali bakal ngebahas tentang apa aja yang berhubungan dengan jilbab. Tapi perlu diketahui kalo artikel ini murni 100% copaz sama salah seorang ikhwah ana, hhe…. *Jazakumullah artikelnya. Nah, berhubung kita akan membahas sedikit fungsi jilbab serta berbagai alasan yang diajukan saudari-saudari kita yang muslimah yang juga belum berjilbab meski usia tak lagi dapat dikatakan anak-anak, ada baiknya kalo kita tau dulu perbedaan antara jilbab dan kerudung.

Jilbab ->> Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala serta mampu menutupi bentuk tubuh seorang wanita yang merupakan auratnya. Dalilnya ada pada Al-Qur’an surat Al-Ahzab [33] : 59 yang artinya, ”Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ’Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Kerudung ->> Sedangkan yang dimaksud dengan kerudung adalah apa yang disebut dalam Qur’an surat An-Nuur [24] ayat 31 sebagai khimar (khumur). Yaitu selembar kain yang dapat menutupi kepala dan rambut. ”….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….”

Jadi kesimpulannya, kalo ada wanita yang mengaku sudah memakai jilbab namun masih memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya, maka sesungguhnya ia belumlah berjilbab. Sebutan yang sesuai untuknya bukanlah wanita berjilbab melainkan wanita berkerudung, gituuuu……

Sudah tau bedanya? Sekarang selamat menikmati artikel yang ana sajikan 🙂

Lagi

Previous Older Entries