Ujung Pakaianku, Penyapu Jalanan??

Penulis: Ummu Rumman
Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc dan Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

Apa yang spontan terpikir di benak kita ketika melihat seorang muslimah yang memakai jilbab besar dan cadar, ditambah lagi pakaian yang lebar dan panjangnya sampai menyentuh tanah?? Oke, kita tak sedang membahas mengenai hukum jilbab dan cadar. Insya Allah masalah ini dapat ukhty temukan pembahasannya pada tulisan lain. Tapi kita tengah berbicara tentang panjang pakaian sang muslimah yang sampai menyentuh tanah.
“Mbak, mau nyapu jalan ya? Itu lho gamisnya kepanjangan, sampai ke tanah.” Lagi

Iklan

Syarat-syarat Jilbab Syar’i (3)

8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian

Dari Abu musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih) Lagi

Syarat-syarat Jilbab Syar’i (2)

3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.Jubah

Dalam sebuah hadits shohih, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim) Lagi

Syarat-syarat Jilbab Syar’i (1)

Oleh : Abu Ubaidah Yusuf bin Muhtar Al-Atsari

Di tengah-tengah asyiknya para wanita dengan mode busana ala barat, disaat para wanita lelap dimanjakan oleh kemajuan zaman, disana sekelompok wanita sholihah dengan anggun dan sopan mengenakan mahkota mereka yaitu jilbab muslimah tanpa peduli cemoohan, ejekan, dan hinaan masyarakatnya, karena mereka tahu betul hadits Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat populer dan akrab di telinga kita semua :

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Islam ini pada awalnya datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing lagi. Maka sungguh berbahagia orang-orang yang asing (HR. Muslim) Lagi

10 Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab

nona-jilbabAssalamu’alaikum ya ukhtiy fillah. Jumpa lagi dengan ana disini (caile… 🙂 ). Artikel ana kali bakal ngebahas tentang apa aja yang berhubungan dengan jilbab. Tapi perlu diketahui kalo artikel ini murni 100% copaz sama salah seorang ikhwah ana, hhe…. *Jazakumullah artikelnya. Nah, berhubung kita akan membahas sedikit fungsi jilbab serta berbagai alasan yang diajukan saudari-saudari kita yang muslimah yang juga belum berjilbab meski usia tak lagi dapat dikatakan anak-anak, ada baiknya kalo kita tau dulu perbedaan antara jilbab dan kerudung.

Jilbab ->> Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala serta mampu menutupi bentuk tubuh seorang wanita yang merupakan auratnya. Dalilnya ada pada Al-Qur’an surat Al-Ahzab [33] : 59 yang artinya, ”Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ’Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Kerudung ->> Sedangkan yang dimaksud dengan kerudung adalah apa yang disebut dalam Qur’an surat An-Nuur [24] ayat 31 sebagai khimar (khumur). Yaitu selembar kain yang dapat menutupi kepala dan rambut. ”….Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….”

Jadi kesimpulannya, kalo ada wanita yang mengaku sudah memakai jilbab namun masih memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya, maka sesungguhnya ia belumlah berjilbab. Sebutan yang sesuai untuknya bukanlah wanita berjilbab melainkan wanita berkerudung, gituuuu……

Sudah tau bedanya? Sekarang selamat menikmati artikel yang ana sajikan 🙂

Lagi