Rayuan Setan Dalam Pacaran

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah: Lagi

Akhwat n Ikhwan

Akhwat…Akhwat..

muslimahAkhwat? Mangnya ada apa sama akhwat?
Ga da apa-apa sih…cuman….
Kagum aja…

Wat, kamu ga gerah ya? Pake jilbab kok panjang-panjang amat?
Akhwat bilang menutup aurat.
Tapi wat, biar begitu aku jadi hormat.

Kata temen2, kamu juga ga pake kosmetik gono gini ya wat?
Ga takut dibilang jelek wat?
Apa?! Cukup dengan wudhu, wajahmu jadi sehat?
Tapi, mang bener sih. Keliatannya cerah meskipun lagi nongol sang jerawat.
Di jidat si akhwat

Setiap aku ngeliat, kamu selalu terlihat bersemangat.
Pada gerak si akhwat, keceriaan tersirat.

Wat, ke mana siang2 begini? Panas menyengat…
Hah?!! Menyelamatkan ummat? (maksudnya; ngaji, belajar; beramal; trus da’wah deh).

Tapi si akhwat ga pernah ngerasa berat.
Kok bisa gitu wat?
Ohh…ternyata tiap malem kamu sholat…

Senyum sumringah si akhwat akhir-akhir ini selalu terlihat
Ada apa sama si akhwat?
Wah…akhirnya si akhwat akan menjadi ummahat!!
Selamat…Selamat…

(by: Said Ridho Abdillah)

Ikhwan…Ikhwan…

Ikhwan? Mangnya ada apa sama ikhwan?ikhwan712
Ga ada apa-apa sih….cuman…
Salut aja….

Wan, ngapain sih tunduk-tunduk gitu kalo jalan?
Duit kamu hilang?
Oh, ternyata si ikhwan cuma mau menjaga pandangan.
Truz, koq ga mau salaman sama perempuan?
Kata ikhwan, agamanya melarang lawan jenis bukan muhrim bersentuhan.
Ooh, begitu ya wan..

Kamu juga dikenal sebagai makhluk yang anti pacaran.
Kenapa sih wan?
Apa?! Pacaran itu dilarang??!
Masa iya sih wan?
Ikhwan bilang, “lebih enak pacaran setelah pernikahan,
ga dapet dosa, malah dapet ganjaran.”
Wah, asyik tuh wan..!

Umm…jangan marah ya wan…
Aku pernah denger selentingan,
Kata orang, penampilanmu itu rada kampungan.
Trus, kamu juga dibilang kuper alias kurang pergaulan.
Ups! Sorry ya wan…
“Biar aja dibilang kampungan, yang penting otak brilian,
lebih baik dibilang kurang pergaulan
daripada dicap kuber alias kurang beriman.”
Begitu jawab si ikhwan.
Ooo….

Tapi wan, koq kamu pake celana cingkrang?
Hah?! Isbal (memanjangkan celana sampe bawah mata kaki) itu di larang??!
Eh, jenggot di dagumu juga semakin panjang.
Trus, kenapa tuh ada stempel di jidat kamu wan?
Ooh…pantesan…
Qiyamullail jadi kebiasaan
Shalat jama’ah di masjid ga ketinggalan
Hafalan Qur’an jadi kebutuhan
Shaum sunnahnya juga gak terlewatkan
Ma’tsurat-an pagi petang
Apalagi tilawah Quran…
Wuiiiih…kagak pernah bosan!
Salut deh wan!

Eh, wan. Denger-denger kamu mau pergi berjuang?
Ke mana sih wan?
Apa?! Ke medan pertempuran??!
Apa gak takut nyawamu melayang?
Kata si ikhwan, “ ’isy kariiman au mut syahiidan!”
Hmm…ini baru namanya militan.

Oh ya wan, akhir2 ini aq sering ngeliat kamu senyam-senyum sendirian.
Cari ma’isyah(penghasilan) pun jadi giaaat tenan.
Ada apa dengan si ikhwan?
Wah…ternyata bentar lagi ikhwan mau walimahan!!
Barakallah, Barakallah ya wan…!!

(By: Khaleeda)

 

url : http://akhwat-militan.blog.friendster.com

 

Di Jalan Da’wah Aku Melangkah……

akhwatzoneWah, judulnya njiplak ni. Kayak motto LDK kampus ana aja…. . Hehehe, mohon di-afwan-in ya. Abis kata-katanya bagus sih n terlebih lagi mewakili apa-apa yang akan menjadi unek-unek ana yang bakal dibahas sekarang.

Memang berat rintangan yang terasa dikala kita berazzam untuk istiqomah di jalan ini. Bertekad agar tak sedikitpun kaki ini bergeser menjauh dari koridor keimanan hanya padaNya. Banyak hal yang dijumpai sebagai ujian kesabaran yang khusus dihadiahkan olehNya kepada hamba-hambaNya yang meng-azzam serta bertekad untuk menegakkan panji-panji Ilahi di wajah bumi yang kian renta ini. ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabuut [29] : 2-3)

Na’udzubillah. Betapa kita menjadi apa yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang dusta ketika saat ujian mendera lantas kita mundur dari jalan ini. Enggan untuk kemudian kembali berjuang bersama-sama dengan para jundi-jundi Allah yang lainnya bak umat Nabi Musa ’Alaihis Salam yang berkata ”Wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah [05] : 24)
Astaghfirullah hal adzim…..

Beberapa ujian –atau bolehlah dibilang problematika– yang mungkin pernah ikhwah fillah alami di jalan da’wah ini akan coba ana ketengahkan disini sebagai bahan muhassabah kita bersama agar senantiasa mawas diri tehadap ujian-ujian tersebut –yang seringkali tidak hanya berupa kesusahan-kesusahan namun juga berupa kegembiraan sesaat yang melenakan. (Wuih bahasanya…!! Dahsyat …..!!!! Tumben bisa pake bahasa Indonesia yang rada baku hhehehehe…..)
Lagi