Kiat-Kiat Memilih Kekasih Idaman

Oleh Ustadz Firanda Andirja, Lc. -hafizhahullah-

Istri yang bisa membahagiakan suami merupakan idaman, dambaan, dan impian setiap lelaki. Oleh karena itu mencari calon istri bukanlah perkara yang sepele, bahkan ia merupakan perkara yang sakral yang hendaknya setiap lelaki berusaha sebisa mungkin untuk meraih calon istri yang terbaik. Barangsiapa yang salah melangkah tatkala memilih calon istri maka ia akan menyesal dengan penyesalan yang sangat dalam, bagaimana tidak?? istri adalah teman hidup untuk waktu yang bukan hanya sebentar, tetapi bertahun-tahun…, bahkan bisa sebagai teman hidupnya hingga akhir hayatnya…?. Bayangkanlah…, seandainya istri yang menemani perjalanan hidupnya adalah wanita yang baik yang selalu membahagikan hatinya, yang menyejukkan mata jika dipandang…, oh… sungguh nikmat perjalanan hidupnya itu. Namun bayangkanlah seandainya yang terjadi adalah sebaliknya??, Lagi

Iklan

Tawaran kepada Orang Shalih

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Kemapanan adalah alasan yang kerap dikemukakan orangtua atau wali kala menerima atau menolak pinangan seorang laki-laki terhadap putrinya. Mereka berargumen, kemapanan calon suami menjadi kunci utama dari kebahagiaan putrinya. Bagaimana dengan keteladanan salafus shalih dalam hal ini? Lagi

Berburu Barakah dalam Cantik Sejati

logoMengenaskan dan menjadi sebuah ironi memang, saat sebagian besar kaum wanita –khususnya di negeri kita tercinta ini– yang menjadikan nilai sebuah kecantikan hanya bermakna sebatas kesempurnaan fisik semata. Hanya sebuah keindahan kasat mata belaka yang lambat laun akan sirna dengan bertambahnya usia, meski hal itu tak diinginkan. Hal ini jugalah yang menginspirasi ana yang juga seorang akhwat –insyaallah– agar kita selaku muslimah dapat saling mengingatkan bahwa sesungguhnya kecantikan sejati bukanlah semata-mata cantiknya paras wajah yang jika dilihat akan menarik perhatian banyak orang. Namun kecantikan sejati ialah kecantikan yang berasal dari pancaran cahaya hati yang senantiasa mengingat akan kebesaran Rabb Sang Maha Pencipta kecantikan itu sendiri…… “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 28).

Beberapa tips yang mungkin dapat kita ambil bersama hikmahnya agar kecantikan yang sejati yang terpancar dari dalam hati dapat kita miliki (istilah kerennya sih kata orang-orang inner beauty gitu deh J) insyaallah aka nana ketengahkan disini buat ukhtiy fillah semuanya (bisa juga diterapkan buat para ikhwan agar menambah aura kebijaksanaannya, *piss ;-))

Lagi

Di Jalan Da’wah Aku Melangkah……

akhwatzoneWah, judulnya njiplak ni. Kayak motto LDK kampus ana aja…. . Hehehe, mohon di-afwan-in ya. Abis kata-katanya bagus sih n terlebih lagi mewakili apa-apa yang akan menjadi unek-unek ana yang bakal dibahas sekarang.

Memang berat rintangan yang terasa dikala kita berazzam untuk istiqomah di jalan ini. Bertekad agar tak sedikitpun kaki ini bergeser menjauh dari koridor keimanan hanya padaNya. Banyak hal yang dijumpai sebagai ujian kesabaran yang khusus dihadiahkan olehNya kepada hamba-hambaNya yang meng-azzam serta bertekad untuk menegakkan panji-panji Ilahi di wajah bumi yang kian renta ini. ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabuut [29] : 2-3)

Na’udzubillah. Betapa kita menjadi apa yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang dusta ketika saat ujian mendera lantas kita mundur dari jalan ini. Enggan untuk kemudian kembali berjuang bersama-sama dengan para jundi-jundi Allah yang lainnya bak umat Nabi Musa ’Alaihis Salam yang berkata ”Wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah [05] : 24)
Astaghfirullah hal adzim…..

Beberapa ujian –atau bolehlah dibilang problematika– yang mungkin pernah ikhwah fillah alami di jalan da’wah ini akan coba ana ketengahkan disini sebagai bahan muhassabah kita bersama agar senantiasa mawas diri tehadap ujian-ujian tersebut –yang seringkali tidak hanya berupa kesusahan-kesusahan namun juga berupa kegembiraan sesaat yang melenakan. (Wuih bahasanya…!! Dahsyat …..!!!! Tumben bisa pake bahasa Indonesia yang rada baku hhehehehe…..)
Lagi