Kian Mantap Dengan Jilbab

*Di Tulis kembali dari majalah El-Fata edisi 11 volume 08-2008*

Ukhtiy fillah,10-20 tahun lalu…jilbab belumlah sepopuler saat ini. Bila kita mendengar cerita dari para jilbaber pendahulu kita, kita akan tahu, betapa banyak rintangan dan tantangan yang mereka hadapi. Dari tantangan kecil, misalnya dituduh sok alim, bau surga, hingga yang berat, misalnya dikeluarkan dari sekolah, dilempari batu,dikatai “ninja” (bagi yang bercadar), bahkan diusir dari rumah! Lagi

Iklan

Di Jalan Da’wah Aku Melangkah……

akhwatzoneWah, judulnya njiplak ni. Kayak motto LDK kampus ana aja…. . Hehehe, mohon di-afwan-in ya. Abis kata-katanya bagus sih n terlebih lagi mewakili apa-apa yang akan menjadi unek-unek ana yang bakal dibahas sekarang.

Memang berat rintangan yang terasa dikala kita berazzam untuk istiqomah di jalan ini. Bertekad agar tak sedikitpun kaki ini bergeser menjauh dari koridor keimanan hanya padaNya. Banyak hal yang dijumpai sebagai ujian kesabaran yang khusus dihadiahkan olehNya kepada hamba-hambaNya yang meng-azzam serta bertekad untuk menegakkan panji-panji Ilahi di wajah bumi yang kian renta ini. ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabuut [29] : 2-3)

Na’udzubillah. Betapa kita menjadi apa yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang dusta ketika saat ujian mendera lantas kita mundur dari jalan ini. Enggan untuk kemudian kembali berjuang bersama-sama dengan para jundi-jundi Allah yang lainnya bak umat Nabi Musa ’Alaihis Salam yang berkata ”Wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah [05] : 24)
Astaghfirullah hal adzim…..

Beberapa ujian –atau bolehlah dibilang problematika– yang mungkin pernah ikhwah fillah alami di jalan da’wah ini akan coba ana ketengahkan disini sebagai bahan muhassabah kita bersama agar senantiasa mawas diri tehadap ujian-ujian tersebut –yang seringkali tidak hanya berupa kesusahan-kesusahan namun juga berupa kegembiraan sesaat yang melenakan. (Wuih bahasanya…!! Dahsyat …..!!!! Tumben bisa pake bahasa Indonesia yang rada baku hhehehehe…..)
Lagi