Karakteristik Bidadari-bidadari Surga

Duhai peminang bidadari cantik

Berhasrat mendampinginya di surga Al-Hayawaan

Andaikan engkau tahu siapa yang engkau pinang

Dan siapa yang engkau inginkan

Niscaya engkau akan berusaha mengumpulkan keimanan

Lagi

Berburu Barakah dalam Cantik Sejati

logoMengenaskan dan menjadi sebuah ironi memang, saat sebagian besar kaum wanita –khususnya di negeri kita tercinta ini– yang menjadikan nilai sebuah kecantikan hanya bermakna sebatas kesempurnaan fisik semata. Hanya sebuah keindahan kasat mata belaka yang lambat laun akan sirna dengan bertambahnya usia, meski hal itu tak diinginkan. Hal ini jugalah yang menginspirasi ana yang juga seorang akhwat –insyaallah– agar kita selaku muslimah dapat saling mengingatkan bahwa sesungguhnya kecantikan sejati bukanlah semata-mata cantiknya paras wajah yang jika dilihat akan menarik perhatian banyak orang. Namun kecantikan sejati ialah kecantikan yang berasal dari pancaran cahaya hati yang senantiasa mengingat akan kebesaran Rabb Sang Maha Pencipta kecantikan itu sendiri…… “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13] : 28).

Beberapa tips yang mungkin dapat kita ambil bersama hikmahnya agar kecantikan yang sejati yang terpancar dari dalam hati dapat kita miliki (istilah kerennya sih kata orang-orang inner beauty gitu deh J) insyaallah aka nana ketengahkan disini buat ukhtiy fillah semuanya (bisa juga diterapkan buat para ikhwan agar menambah aura kebijaksanaannya, *piss ;-))

Lagi

Syair Diri….

Jikalau kuntum-kuntum bunga melihat

maka merekapun pasti kan berbangga dan berkata kepada sesama mereka

”Aduhai, ternyata kita masih jauh lebih indah dibanding akhlak manusia ini”

 

Tatkala lebah mengetahui

Tentulah mereka kan berbisik

”Ternyata kaumku tercipta lebih pandai mengumpulkan ribuan tetes madu yang manis dibanding pandainya manusia ini dalam mengumpulkan sebuah demi sebuah kata yang manis untuk di dengarkan oleh qalbu-qalbu manusia”

Saat semut menyaksikan

Pastilah ia kan berucap

”Ternyata usaha yang kulakukan masih jauh lebih keras dibandingkan usaha yang dilakukan manusia ini dalam memperbaiki diri”

 

Lagi