Akidah Imam Abu Hanifah -rohimahulloh-.

Akidah Imam Empat Madzhab

Bismillahirrohmanirrohim… Segala puji bagi Alloh tuhan semesta alam, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Alloh, aku (juga) bersaksi bahwa pimpinan kita, Muhammad, adalah seorang hamba dan rosul-Nya, penghulu para orang terdahulu dan orang yang datang kemudian. Ya Alloh, curahkanlah sholawat dan salam yang langgeng dan abadi kepada beliau, beserta para nabi dan rosul yang lainnya, serta keluarga, dan semua sahabatnya, Amin. Waba’du.

Akidahnya Imam empat: Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad -rohimahumulloh- adalah akidah yang satu, yakni akidah yang datang dari Alquran dan Sunnah Shohihah. Dan di sini telah kami kumpulkan banyak perkataan mereka yang gamblang dalam menjelaskan akidahnya, agar para pembaca yang budiman tahu, bahwa mereka itu sepakat dalam hal akidah (tauhid). Dan segala puji bagi Alloh yang telah memudahkan dan menolong kami dalam menyelesaikan tulisan ini, sekali lagi hanya dari Alloh semata keutamaan dan pemberian ini. Lagi

Ketahuilah, Tidak Ada Bid’ah Hasanah!!

Pendapat yang mengatakan adanya bid’ah hasanah (yang baik) dalam Islam termasuk fitnah dan musibah terbesar dari berbagai macam fitnah dan musibah yang menimpa ummat ini. Bagaimana tidak, perkataan ini pada akhirnya akan menghalalkan semua bentuk bid’ah dalam agama yang pada gilirannya akan merubah syari’at-syari’at agama AllahSubhanahu wa Ta’ala yang telah dibakukan tatkala Dia mewafatkan Nabi-Nya Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.

Yang lebih celaka lagi, fitnah ini telah memakan banyak korban tanpa pandang bulu, mulai dari orang awwam yang tidak paham tentang agama sampai seorang yang dianggap tokoh agama yang telah meraih berbagai macam gelar –baik yang resmi maupun yang tidak- dalam ilmu agama Islam, semuanya berpendapat akan adanya bid’ah yang baik dalam Islam. Maka betapa buruknya nasib umat ini bila orang-orang yang membimbing mereka, yang mereka anggap tokoh agama berpendapat dengan pendapat ‘aneh’ seperti ini, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Lagi

Agar tak Salah Langkah (Hukum dan Macam Pernikahan)

1. Definisi Nikah

  • Secara Bahasa
  • Secara Syar’i

2. Macam Nikah

– Syarat

– Rukun

– nikah syighar

– nikah muhallil

– nikah mut’ah (syubhat halalnya nikah mut’ah)

3. Penjelasan Khusus tentang Nikah Sirri

Nikah Sirri

Secara bahasa sirri/sirriyah berarti tersembunyi. Dalam hal pernikahan sirri dapat dihukumi berbeda menurut bagaimana pernikahan tersebut dilaksanakan.

– Menjadi haram jika pernikahan tersebut tidak diketahui oleh siapapun dan tidak ada wali dari wanita. Pada hakiktnya ini adalah zina karena tidak memenuhi syarat sahnya nikah.

Al-qur’an dan hadits telah menunjukkan bahwa salah satu syarat sahnya nikah adalah adalah adanya wali. Pernikahan ini tidak sah dan harus dibatalkan. [Disalin dari kitab Shahih Fikih Sunnah Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, dikomentari oleh Syaikh Nashiruddin Al- Albani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin Pustaka Azzam 3/144.] (sumber: http://abiyazid.wordpress.com/2007/07/02/macam-macam-nikah-yang-tidak-syah-menurut-syariat/) Lagi

Mut’ah, Zina berkedok Nikah

Pengertian Mut’ah
Mut’ah berasal dari kata tamattu’ yang berarti bersenang-senang atau menikmati. Adapun secara istilah mut’ah berarti seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan memberikan sejumlah harta tertentu dalam waktu tertentu, pernikahan ini akan berakhir sesuai dengan batas waktu yang telah di tentukan tanpa talak serta tanpa kewajiban memberi nafkah atau tempat tinggal dan tanpa adanya saling mewariri antara keduanya meninggal sebelum berakhirnya masa nikah mu’ah itu. (Fathul Bari 9/167, Syarah shahih muslim 3/554, Jami’ Ahkamin Nisa’ 3/169). Lagi

Macam Nikah yang tidak sesuai Syari’at

1. Nikah syighar

Adalah seorang laki-laki menikahkan anak perempuan, saudara perempuan atau budak perempuannya kepada seorang laki-laki dengan syarat laki-laki tersebut menikahkan anak perempuan, saudara perempuan atau budak perempuannya kepadanya, baik ketika adanya maskawin maupun tanpa maskawin dalam kedua pernikahan tersebut

Para ulama telah sepakat mengharamkan nikah syighar, hanya saja mereka bereda pendapat mengenai keabsahan nikah syighar. Jumhur ulama berpendapat nikah syighar tidak sah, berdasarkan dalil: Lagi

Previous Older Entries Next Newer Entries