Shalawat-shalawat yg Tidak Diajarkan Rasulullaah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan hingga diamalkan secara turun temurun. Padahal jika shalawat-shalawat semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan sebagainya. Lagi

Akidah Imam Abu Hanifah -rohimahulloh-.

Akidah Imam Empat Madzhab

Bismillahirrohmanirrohim… Segala puji bagi Alloh tuhan semesta alam, aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Alloh, aku (juga) bersaksi bahwa pimpinan kita, Muhammad, adalah seorang hamba dan rosul-Nya, penghulu para orang terdahulu dan orang yang datang kemudian. Ya Alloh, curahkanlah sholawat dan salam yang langgeng dan abadi kepada beliau, beserta para nabi dan rosul yang lainnya, serta keluarga, dan semua sahabatnya, Amin. Waba’du.

Akidahnya Imam empat: Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad -rohimahumulloh- adalah akidah yang satu, yakni akidah yang datang dari Alquran dan Sunnah Shohihah. Dan di sini telah kami kumpulkan banyak perkataan mereka yang gamblang dalam menjelaskan akidahnya, agar para pembaca yang budiman tahu, bahwa mereka itu sepakat dalam hal akidah (tauhid). Dan segala puji bagi Alloh yang telah memudahkan dan menolong kami dalam menyelesaikan tulisan ini, sekali lagi hanya dari Alloh semata keutamaan dan pemberian ini. Lagi

Ketahuilah, Tidak Ada Bid’ah Hasanah!!

Pendapat yang mengatakan adanya bid’ah hasanah (yang baik) dalam Islam termasuk fitnah dan musibah terbesar dari berbagai macam fitnah dan musibah yang menimpa ummat ini. Bagaimana tidak, perkataan ini pada akhirnya akan menghalalkan semua bentuk bid’ah dalam agama yang pada gilirannya akan merubah syari’at-syari’at agama AllahSubhanahu wa Ta’ala yang telah dibakukan tatkala Dia mewafatkan Nabi-Nya Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam.

Yang lebih celaka lagi, fitnah ini telah memakan banyak korban tanpa pandang bulu, mulai dari orang awwam yang tidak paham tentang agama sampai seorang yang dianggap tokoh agama yang telah meraih berbagai macam gelar –baik yang resmi maupun yang tidak- dalam ilmu agama Islam, semuanya berpendapat akan adanya bid’ah yang baik dalam Islam. Maka betapa buruknya nasib umat ini bila orang-orang yang membimbing mereka, yang mereka anggap tokoh agama berpendapat dengan pendapat ‘aneh’ seperti ini, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Lagi

Hukum Merayakan Valentine’s Day

Disusun ulang oleh: muslimah.or.id
Diambil dari Fatwa-Fatwa Terkini jilid 2
Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi

Pertanyaan:

Akhir-akhir ini telah merebak perayaan valentine’s day terutama di kalangan para pelajar putri, padahal ini merupakan hari raya kaum Nasrani. Mereka mengenakan pakaian berwarna merah dan saling bertukar bunga berwarna merah. Kami mohon perkenanan syaikh untuk menerangkan hukun perayaan semacam ini, dan apa saran syaikh untuk kaum muslimin sehubungan dengan masalah-masalah seperti ini. Semoga Allah menjaga dan memelihara syaikh.

Lagi

Hukum Pergi ke Dukun dan Ciri-cirinya

HUKUM ORANG YANG PERGI KEPADA DUKUN DAN PERAMAL UNTUK MEMPEROLEH KESEMBUHAN

Oleh: Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta.

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apa hukum orang yang datang kepada dukun, peramal atau penyihir untuk berobat apapun jenisnya ?

Jawaban
Pergi kepada dukun atau peramal tidak boleh dan bila mempercayainya, lebih besar lagi dosanya, berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari”. [Hadits Riwayat Muslim no, 2230, kitab As-Salam, dan Ahmad no. 22711] Lagi

Selamat Natal, Bolehkah? (Sanggahan untuk al Qardhawi)

Syeikh Yusuf al Qaradhawi berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Lagi

Previous Older Entries