Keistimewaan Nabi Kita, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dapat dibagi menjadi 2:

1. Keistimewaan beliau dari Nabi lainnya

2. Keistimewaan beliau dari umatnya

Keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dibanding Nabi Lainnya

Pertama: Beliau adalah kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi  Ibrahim ’alaihis salam

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا

Sungguh aku memohon pada Allah akan memilih aku di antara kalian sebagai kekasih AllahMaka Allah Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya. Seandainya, aku memilih di antara umatku seorang kekasih, maka aku akan memilih Abu Bakr sebagai kekasihku.”[1]

Kholil/khullah adalah tingkatan tertinggi dalam derajat mahabbah (kecintaan) dan inilah yang merupakan tingkatan paling sempurna. Oleh karena itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Allah Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya.” Dan tidak ada dalam hadits yang mengatakan bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam adalah habibullah[2]. Maka perhatikanlah hal ini!![3]

Kedua: Beliau adalah penutup para Nabi dan risalah (wahyu) yang beliau bawa telah sempurna serta merupakan risalah yang terakhir

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)

[4]Dan tidaklah datang orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi -sesudah beliau- kecuali mereka adalah dajjal/pendusta. Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi ini merupakan kebenaran dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ

Tidak akan terjadi hari kiamat hingga mucul para dajjal/para pendusta, yang berjumlah sekitar 30-an. Mereka semua mengaku sebagai utusan Allah (rasulullah).[5]

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ كَذَّابُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

Sesungguhnya akan ada pada umatku 30 orang pendusta yang mengaku Nabi. Padahal akulah penutup para nabi, tidak ada nabi lagi sesudahku.[6]

Sabda beliau shallallahu ’alaihi wa sallam ini telah terjadi saat ini. Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Sepeninggal beliau shallallahu ’alaihi wa sallam atau bahkan di zaman beliau masih hidup telah muncul para dajjal. Di antaranya adalah Musailamah al-Kazzab. Yang kemudian di zaman Abu Bakr ash-Shiddiq, dia ditumpas oleh Abu Bakar –radhiyallahu ’anhu-. Begitu juga istri Musailamah juga mengaku sebagai Nabi.

Dan orang yang mengaku dajjal sampai hari kiamat masih bermunculan. Seperti di zaman kita saat ini juga terdapat orang yang mengaku Nabi –yaitu dajjal- seperti Mirza Gulam Ahmad, Lia Aminudin, dll.

Ketiga: Beliau memiliki kedudukan yang terpuji (Al Maqom Al Mahmudah)

Yaitu syafa’atul ’uzhma[7], sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Isra’: 79)

Begitu juga dalam hadits -yang panjang- tentang syafa’at yang telah disepakati keshahihannya:

Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan  di suatu di suatu bukit. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain: ”Tidakkah kalian memperhatikan apa yang kalian berada di dalamnya. Tidakkah kalian melihat pada apa yang disampaikan pada kalian. Tidakkah kalian melihat siapa yang memberi syafa’at kalian kepada Rabb kalian.” Kemudian mereka mendatangi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, ’Isa, hingga Muhammad –sholawat Allah dan salam-Nya bagi mereka semuanya-. Tiap Nabi tersebut mengatakan:”Pergilah kepada selainku”. Kecuali Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan:”Saya memiliki syafa’at tersebut.” Kemudian beliau sujud kepada yang mengizinkan syafa’at baginya (yaitu Allah)

Dengan demikian jelaslah keutamaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari seluruh makhluk. Dan beliau dikhususkan dengan kedudukan yang demikian[8].

Keempat: Risalah beliau adalah umum bagi semesta alam dan beliau diutus kepada jin dan manusia

Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (QS. Al A’raf: 158)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba: 28)

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqon: 1)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya’: 107)

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).” Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullah- berkata,

”Wajib bagi manusia untuk mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamkepada manusia dan jin. Dan wajib bagi mereka untuk beriman kepada beliau dan beriman dengan wahyu yang beliau bawa dan mentaati beliau. Mereka (manusia) harus menghalalkan yang Allah dan Rasul-Nya halalkan dan mengharamkan yang diharamkan oleh keduanya. Mereka harus pula mencintai yang Allah dan Rasul-Nya cintai dan membenci yang Allah dan Rasul-Nya benci. Setiap orang yang telah tegak hujjah dengan risalah (wahyu) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan manusia dan jin kemudian tidak beriman padanya, maka berhak mendapat adzab Allah Ta’ala, sebagaiman orang kafir yang telah diutus rasul bagi mereka. Inilah landasan yang telah disepakati oleh sahabat, tabi’in (yang mengikuti para sahabat dengan baik), para imam kaum muslimin, dan seluruh kelompok kaum muslimin yang merupakan ahlus sunnah wal jama’ahdan selain mereka –radhiyallahu ‘anhum ajma’in-.”

Kelima: Beliau diberikan (diturunkan) Al Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar dan hujjah bagi para hamba. Allah sendiri yang akan menjaga Al Qur’an ini dan Allah menantang orang-orang yang meragukan Al Qur’an untuk membuat yang semisalnya.[9]

Allah Ta’ala berfirman pada para penantang Allah yang ingin membuat Al Qur’an,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

”Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS. Al Isra’: 88)

Jika tidak mampu membuat seluruh Al Qur’an, Allah menantang lagi dengan cukup membuat 10 ayat. Allah berfirman,

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 13)

Jika tidak mampu membuat 10 surat, silakan jika mampu membuat satu surat saja!!

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

”Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31]satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”(Al Baqarah: 23)

Keenam: Beliau melakukan isro’ ke Baitul Maqdis dan mi’roj ke Sidrotul Muntaha

Keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari Umatnya

Di antaranya ialah:

  • Wajibnya shalat tahajud di waktu malam[10]
  • Amalan yang khusus ditetapkan untuk beliau, seperti:
  • Diharamkan zakat bagi beliau dan keluarganya
  • Dihalalkan bagi beliau puasa wishol
  • Dihalalkan bagi beliau menikah lebih dari empat wanita
  • Beliau tidak diwarisi
  • Tidak boleh menikahi istri beliau setelah beliau wafat[11]

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com

Tulisan Jumadats Tsani 1428 H, tiga tahun silam


[1] HR. Muslim

[2] Tingkatan mahabbah (kecintaan) yang berada di bawah khullah. (-peny)

[3] Lihat Syarh wa ta’liq al-Aqidah al-Wasithiyyah, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, hal.21. (-peny)

[4] Tambahan dari editor.

[5] HR. Muslim

[6] HR. Tirmidzi, hasan shohih

[7] Satu-satunya Nabi yang diberikan hak oleh Allah untuk memberikan syafa’at pada yaumul masyhar nanti adalah Nabishallallahu ’alaihi wa sallam. (-peny)

[8] Yaitu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dikhususkan dengan syafa’atul ‘udzma. (-peny)

[9] Kalimat ini adalah bantahan untuk para orientalis dan kaum liberalis (yang berada di kampus-kampus Universitas Islam Negeri atau kampus paramadina) yang ingin membuat Al-Qur’an edisi revisi. Silakan mereka membuat semisal Al Quran atau 10 surat saja semisalnya atau 1 surat saja. Cobalah tantangan ini!! (tambahan editor)

[10] Ada yang berpendapat bahwa shalat tahajud adalah wajib bagi beliau hingga beliau meninggal, sebagaimana dalam ayat,”Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).” (Al Muzzamil: 1-2). Namun pendapat yang kuat adalah wajib bagi beliau, namun perintah ini telah di-naskh/dihapus dengan firman Allah,Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu (nafilah); mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al Isra’: 79). Lihat Al Irsyad ila Shohihil I’tiqod, hal. 232.

[11] Mayoritas bab ini diringkas dari Al Irsyad ila Shohihil I’tiqod, hal.229-233

5 Komentar (+add yours?)

  1. fadhl
    Jan 25, 2011 @ 17:33:52

    kunjungi kami radio dakwah idzaatul khoir 92,6 fm ponorogo .jl.sukarno hatta 83 keniten ponorogo timur taman sukaowati.webnya bagus ana minta dilengkapi dengan makalah yng banyak dan beraneka ragam biar kami bis alebih memanfaatkanya.kami belum mahir dalam pengolahan blog.

    Balas

  2. RADIO IDZAATUL KHOIR
    Mar 23, 2011 @ 22:23:59

    DUKUNG KAMI
    Radio Dakwah Ahlus Sunnah (Idza’atul Khoir FM) sesuai dengan visi dan misinya,berupaya untuk tetap bisa eksis ke ruang dengar para pendengarnya.
    hal ini tidak lepas dari dorongan para muhsinin yang dengan bahu membahu dan penuh ke ikhlasan,insya Allah, mendukungan eksistensi radio milik ummat ini.
    Sertakanlah kami dalam setiap doa yang antum panjatkan,agar kami bisa istiqomah dalam menyiarkan dakwah yang penuh barokah ini.
    Bagi antum yang Allah Ta’ala telah berikan rizki berlebih bisa menginfaqkan rizkinya dalam program sunduk peduli dakwah melalui:

    Bank MUAMALAT
    atas nama Radio Idza’aatul Khoir
    no. rek. 924 4842658 / tlp. 085233831994

    Balas

  3. RADIO IDZAATUL KHOIR
    Mar 23, 2011 @ 22:24:31

    JANGKAUAN SIARAN
    IDZA’ATUL KHOIR LIVE STREAMING

    Untuk meman­jakan hati para pen­dengar idza’atul khoir fm, selain pen­dengar men­dengarkan lang­sung siaran idzaatul khoir fm melalui radio di Ponorogo, Madiun, Magetan dan Pacitan , wonogiri , Trenggalek Idza ‘atul Khoir fm juga bisa didengarkan melalui inter­net, dengan meng­gunakan fasilitas radio streaming, radio Idza’atul Khoir bisa didengarkan oleh kaum Mus­limin di seluruh dunia melalui website http://www.islamicenterponorogo.wordpress.com hanya dengan meng­un­jungi website Idza’atul Khoir fm, anda juga bisa ber­in­teraksi dan ber­gabung dalam program yang sedang disiarkan, oleh sebab itu, kapan dan dimanapun anda ber­ada, radio Idza’atul Khoir fm siap dan setia menemani anda selama 18 jam.05.00-23.00 WIB
    Idza’atul Khoir Coverage Area

    * Ponorogo & sekitarnya
    * Madiun & sekitarnya
    * Magetan & sekitarnya
    * Wonogiri & sekitarnya
    * Trenggalek & sekitarnya
    * Pacitan & Sekitarnya

    Balas

  4. RADIO IDZAATUL KHOIR
    Mar 23, 2011 @ 22:26:10

    AFWAN MOHON KAMI DI BERI INFO TENTANG CARA MENGELOLA BLOG BIAR TAMPIL MENARIK.IDZAATULKHOIR@.GMAIL.COM

    Balas

  5. RADIO IDZAATUL KHOIR
    Mar 23, 2011 @ 22:27:17

    PENGEMBANGAN RADIO IDZAATUL KHOIR PONOROGO

    RADIO DAKWAH IDZA’ATUL KHOIR 92,6 FM
    Islamic Center Abdulloh Ghonim Assama’il
    http://www.islamicenterponorogo.wordpress.com/ Idzaatulkhoirfm.blogspot.com/idzaatulkhoir@gmail.com
    Jl. Sukarno Hatta 83 Keniten Ponorogo Jawa Timur tlp.(0352) 485002 / 085233831994

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
    Media radio saat ini terbukti efektif sebagai media dakwah yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, kehadiran radio Idzaatul Khoir sebagai media dakwah di wilayah Ponorogo selama kurang lebih 2 tahun ini Alhamdulillah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, hal ini sebagai bukti bahwa masyarakat kaum Muslimin membutuhkan dakwah Islam yang Shahih berdasarkan Al Qur’an dan As Sunah sesuai dengan manhaj para Salaful Ummah, hal ini mendorong dan menjadi motivasi bagi kami untuk bisa melakukan perluasan jangkauan siaran. Alhamdulillah saat ini tercatat beberapa radio dakwah di beberapa daerah yang berdiri diatas visi dan misi dakwah salafiyyah.

    Melalui Islamic Center ,Radio Idzaatul Khoir Dan Ma’had Darul Fikri Bringin Ponorogo Jawa Timur yang diasuh oleh Ust Ahmad Juhaini Lc memiliki lebih dari 85 masjid binaan tersebar diwilayah Ponorogo,Magetan,Ngawi,Pacitan,Trenggalek,Madiun,Wonogiri maka dengan berdirinya Radio Idzaatul Khoir ini mempermudah bagi kami menyampaikan kajian islam yang kami programkan.
    Radio Dakwah Ahlus Sunnah (Idza’atul Khoir FM) sesuai dengan visi dan misinya,berupaya untuk tetap bisa eksis ke ruang dengar para pendengarnya.

    Hal ini tidak lepas dari dorongan para muhsinin yang dengan bahu membahu dan penuh ke ikhlasan,insya Allah, mendukungan eksistensi radio milik ummat ini.
    Sertakanlah kami dalam setiap doa yang antum panjatkan,agar kami bisa istiqomah dalam menyiarkan dakwah yang penuh barokah ini.

    Ponorogo,Madiun,Trenggalek,Wonogiri,Pacitan merupakan kota – kota di Jawa Timur dengan wilayah yang cukup luas dan populasi penduduk kaum Muslimin yang padat Alhamdulillah sudah mempunyai banyak kegiatan dakwah salafiyah yang disampaikan oleh beberapa asatidz ,kegiatan dakwah tersebut perlu ditunjang oleh media elektronika agar dakwah serta Bimbingan Islam bisa tersebar dengan efektif dan diterima oleh kaum Muslimin secara luas.
    Sebagai salah satu kota santri, Ponorogo,Madiun,Trenggalek,Wonogiri,Pacitan memiliki potensi dalam penyebaran Dakwah Salafiyyah yang senantiasa mengedepankan sikap Ilmiyyah, sehingga diharapkan tumbuh generasi penuntut Ilmu Syar’i yang memiliki wawasan ilmu Syar’i dan Ilmu dunia yang luas yang bisa bermanfaat bagi kehidupan mereka dan masyarakatnya.
    Seiring dengan program siaran Idzaatul Khoir yang saat ini sudah berjalan hal ini memungkinkan adanya stasiun link yang akan memancarkan siaran di dataran tinggi di daerah Ponorogo,dengan keuntungan yang maksimal,dan Biaya yang terjangkau. Yaitu diwilayah Kemiri Ponorogo yang berada di ketinggian 250 meter diatas permukaan laut.Keuntungan menggunakan pesawat Link Ini adalah dengan daya 500 WATT tapi bisa menjangkau semua wilayah Ponorogo,Ngawi,Magetan,Madiun,Nganjuk,Pacitan Trenggalek.dan keuntungan suara yang kuat.
    Perincian Biaya Yang Diperlukan Untuk Membuat Pesawat Link Radio Idzaatul Khoir di wilayah Kemiri Ponorogo Jawa Timur.Peralatan yang sudah kami punya pesawat 500 Watt dan exiter.
    1.Pesawat Link Standart + Antena harga Rp. 47.000.000,-
    2.Tower setinggi 40 meter harga Rp. 18.000.000,-
    3.AC 1 PK harga Rp. 2.500.000,-
    4.Pasang Listrik 2000 Watt biaya Rp. 2.000.000,-
    5.Kabel 7/8 tembaga 50 meter harga Rp.3.500.000
    Jumlah Total Biaya pembuatan Radio Link :
    Rp.73.000.000,-

    Biaya sudah termasuk tenaga pemasangan
    Untuk Mewujudkan Program ini kami mengundang patisipasi dan ta’awun anda melalui:
    SUNDUQ PEDULI RADIO DAKWAH JAWA TIMUR INDONESIA
    Bagi anda yang Allah Ta’ala telah berikan rizki berlebih bisa menginfaqkan rizkinya dalam program sunduk peduli dakwah melalui:
    Jl.Sukarno Hatta 83 Keniten Ponorogo
    Bank MUAMALAT
    atas nama Radio Idza’aatul Khoir
    no. rek. 924 4842658 / tlp. 085233831994
    Jazaakumullahu khairan atas partisipasinya Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: