Kala Ragu Datang Melanda, Apa yang Harus Dilakukan???

Bimbang dan ragu terkadang datang menghampiri kita makhluk-Nya. Menandakan betul betapa lemah dan rapuhnya kita. Untuk mengambil keputusan sekecil apapun, bersitan rasa ragu hadir. Ragu dan bimbang ketika dihadapkan pada dua atau banyak pilihan. Entah akhirnya menjadi besar atau kemudian sirna.

Banyak yang ketika saat untuk memilih pasangan hidup tiba menjadi ragu-ragu dan bimbang. Begitu halnya dengan saya dulu. Aduh, betul tidak pilihan saya? Kata jangan-jangan masih terekam di benak. Gelisah…. bingung…. gimana enaknya ya. Menerima yang satu dan menolak yang lain tanpa alasan syar’i kadang menimbulkan perasaan berdosa. Wajar tidak ya?

Kebebasan untuk memilih calon pasangan itu bukan saja pada laki-laki, namun kita muslimah juga punya hak untuk memilih dan juga hak untuk menolak, meski alasannya misal hanya masalah tampang yang kurang menarik. Hal itu dibenarkan dan ada dasarnya dari sumber hadits yang terpercaya, misalnya hadits berikut ini:

Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Jamilah binti Salul mendatangi Nabi dan berkata,
“Demi Allah, aku tidak mencela Tsabit (suaminya) dalam masalah agama dan akhlaqnya. Namun aku membenci kekufuran dalam Islam.”
Maka Rasulullah Saw berkata,
“Apakah kamu siap untuk mengembalikan kebun kepada suamimu?”.
Dia menjawab, “Ya”.
Maka beliau memerintahkan Tsabit untuk mengambil kebun Jamilah tanpa tambahan”.
(HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat Tabari dijelaskan bahwa yang menjadi alasan Jamilah untuk minta cerai dari suaminya itu adalah karena suaminya (Tsabit bin Qais) kulitnya hitam legam, pendek dan mukanya jelek.
Dari Khansa’ bin Khadam Al-Anshariyah bahwa ayahnya menikahkannya dan dia seorang janda dan dia tidak suka. Maka dia datang kepada Rasulullah dan ditolaklah nikahnya. (HR. Bukhari 9: 194).

Yang lebih bikin pusing justru ketika pilihan sudah dijatuhkan, eh keraguan masih ada. Ya.. Allah kenapa rasa mantap itu masih belum ada ya. Malah bikin tambah puyeng.
Allah memberikan kita alternatif dengan sholat istikharah. Dia yang Menguasai hati dan Maha membolakbalikannya. Kalaupun hasilnya masih nihil mungkin kita harus introspeksi akan kualitasnya. Siapa tahu masih dikotori oleh keinginan dan kecondongan pribadi. Belum tentu yang menurut pandangan kita dan manusia umumnya jelek, itu yang jelek menurut Allah juga sebaliknya. Allah tidak mengenal fungsi waktu, Allah yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Kita minta dari-Nya yang terbaik bagi diri kita.

Saya belajar bahwa keraguan identik dengan rasa takut. Takut menghadapi konsekuensi dan resiko dari pilihan kita. Apa jadinya kalau pilihan saya salah.
Belum terjadi apa-apa sudah cemas. Bayangan-bayangan buruk lantas berseliweran. Di sini kita perlu memaknai betul-betul arti tawakkal. Berserah diri pada-Nya semata. Keraguan dihembus-hembuskan syetan untuk menjauhkan kita dari rasa tawakkal. Keyakinan tidak ada yang bakal terjadi kecuali dengan ijin Allah. Kepasrahan dalam tingkat yang seutuhnya. Bahwa kita ini makhluk, hamba-Nya.
Ketika permintaan kepada Allah untuk dimantapkan hati sudah dilakukan dan keputusan diambil. Dapat dikatakan sudah selesai tugas kita. Kita telah membulatkan niat dan menguatkan ikhtiar. Pasrahkan semuanya pada-Nya. Berprasangka baik pada-Nya.

Kembali soal pasangan hidup, Allah sendiri sudah menjamin, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”. (Al-Qur’an 24:26).
Apakah pasangan hidup kita sebanding dan cukup baik bagi kita? Keimanannya bagus, rupawan, kaya, hanif? Tentunya kita bisa mendapatkannya sesuai dengan janji Allah tersebut jika kita pun meningkatkan kesholehan kita, keimanan kita, dan kualitas kita. Jika kita pun sebanding dengannya. Seperti apa kita, seperti itu juga cerminan pasangan hidup kita.
Semoga Allah memberikan kita kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala ‘ketidakpastian’ dunia, dan senantiasa diberi kemampuan untuk bertawakkal pada-Nya. Amien ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu’Alam bishshowab.

“Dan nikahkanlah orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak nikah di antara hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya, dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui”. (An Nur: 32)
Di copas dari blog seorang Ukhtiy
NB dari ukhtiyfillah:
Jadi kesimpulah yang dapat di ambil dari pelajaran kita hari ini adalah,
  1. Bahwa muslimah pun memiliki hak yang sama dalam memilih dan menentukan calon pasangan hidupnya. Ia berhak menolak jika ia tidak memiliki ketertarikan hati dengan calon pasangannya meskipun hal tersebut hanya berupa alasan fisik. Dan hal tersebut dibenarkan serta memiliki dasar berupa hadist-hadist terpercaya dari Rasulullh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
  2. Saat keraguan datang tanpa alasan yang jelas dalam memilih calon pasangan hidup yang akan menemani selama hidup meski tak ada lagi faktor yang menguatkan untuk kita menolaknya, maka hal yang bisa dilakukan adalah meminta petunjuk dari Allah dengan shalat istakharah. Karena hanya Allah yang paling mengetahui apa yang terbaik buat kita.
  3. Yakin dan resapi makna ayat “...wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (Al-Qur’an 24:26). Maka kita pasti akan semakin yakin.
  4. Nah insyaAllah jika sudah melakukan hal itu semua maka yakin deh perasaan ragu dalam diri kita akan berkurang sedikit demi sedikit. Wajar jika masih terbetik sedikit rasa ragu dihati. Karena itulah fithrahnya manusia. Dan mungkin juga bisikan-bisikan dari setan yang berusaha menghalang-halangi kita dari mengerjakan sunnah menikah yang mulia ini.
  5. Terakhir, ukhtiyfillah ucapkan, selamat mencoba tips-tips ini bagi ukhtiy yang berniat akan segera melepas masa kesendiriannya. Barakallahu🙂

6 Komentar (+add yours?)

  1. abumuhfa
    Feb 11, 2010 @ 14:19:05

    sila kunjungi http://www.muhfa.com

    Balas

  2. mentari
    Feb 11, 2010 @ 23:59:13

    Assalamualaikum, menikah pgn si tp… em gmna y seribu alsn mgkn bukan pilih tp latr blkg kluarg,lgkng, pendidikn, ilmu syar’i jg mpengaruhi yg menimbulkan rasa takuuutttt.. yg bs jd tipu dya syetan jd pgen cepet cepet..y betul skali qt hrus yakkin tuk sgera menikh smg smakin memantapkan hati yng ragu tuk menikh, smg yg blum mnikah sgera ber ihtiar dan berdoa mdpt jdh sholeh,,, qtq slg m’doakan agar mdpt jdoh yang sholeh klo memang yang terbae Aloh pasti mpermudah sgalanya, smg makin byk yg mmbuka blog islami

    Balas

  3. rini khoerunnisa
    Apr 06, 2010 @ 13:53:19

    assalamuallaikum…memang benar rasa kawatir terkadang datang melanda..namun salat istikharah adalah solusi yang Allah SWT sediakan untuk kita..dan janji Allah SWT pasti benar adanya..I love Allah…:)..semoga semakin banyak umat yang membaca artikel islami..Amin

    Balas

  4. andha jasmine
    Okt 12, 2010 @ 16:17:53

    asw… subhanallah, tulisan ini benar2 jadi pengobat hati sy..
    beberapa hr lg sy akan menikah namun sy ragu luar biasa. tp stlh mmbc ini, alhmd sy tau lngkah apa yang harus sy ambil, syukron….. smg Allah memberkahi kita semua

    Balas

  5. Molihua Siska Yang
    Okt 07, 2011 @ 23:56:19

    asw, subhanallah….artikel ini membuat saya menjadi lebih yakin bahwa pilihan saya adalah dia, terimakasih…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: