Karakteristik Bidadari-bidadari Surga

Duhai peminang bidadari cantik

Berhasrat mendampinginya di surga Al-Hayawaan

Andaikan engkau tahu siapa yang engkau pinang

Dan siapa yang engkau inginkan

Niscaya engkau akan berusaha mengumpulkan keimanan

Atau engkau sadari dimanakah tempat tinggalnya

Niscaya engkau jadikan usaha meraihnya selalu di hadapan mata

Bersegera dan teruslah berusaha dengan sungguh-sungguh

Sesungguhnya kesempatanmu hanyalah sebentar saja

Bergembira dan ceritakanlah pertemuan itu kepada jiwamu

Dan usahakanlah maharmu selama masih memungkinkan

Jadikanlah puasamu sebagai waktu pertemuan dengannya

Dan hari pertemuan adalah hari berbuka pada bulan Ramadhan

Jadikanlah paras kecantikannya sebagai pendorong semangat

Berjalanlah menuju kekasih dan janganlah berlambat-lambat

Dengarkanlah karakteristik dan pertemuan dengannya

Dan jadikanlah bicaramu bicara yang baik-baik

Hai orang yang tawaf di sekitar Ka’bah yang indah

Yang dikelilingi dengan batu itu dan rukun-rukun

Senantiasa bersa’i di bukit Shafa

Lembah muhassir adalah tempat tujuannya setiap saat

Bergegas berjalan untuk sampai ke Mina

Masjid Al-Khaif menghalanginya untuk mendekat

Oleh karena itu engkau lihat ia senantiasa memakai ihram

Tempat tahallulnya tidaklah dekat darinya

Ia menghendaki tamattu’ dengan ketulusan cinta

Mengharapkan pemberi syafaat yang selalu menyertai

Ia mendatangi jamrah-jamrah dengan melemparkan hatinya

Itulah manasik hajinya disetiap zaman

Manusia telah menunaikan manasik mereka

Telah menaiki kendaraan mereka untuk pulang ke kampung halaman

Engkau mengarahkan keinginan dan tekad mereka

Menuju tempat-tempat persinggahan wahai pemilik kebaikan

Engkau memancangkan panji-panji pertemuan di tengah jalan

Bersungguh-sungguhlah hai pemalas yang merugi

Dari jauh mereka melihat kemah-kemah yang terpancang

Cahaya dan petunjuk yang bersinar terang

Mereka bergegas mendatangi kemah-kemah itu

Dan berkumpul bersama bidadari-bidadari sepanjang malam

Bidadari yang sopan menundukkan pandangannya

Yang tidak mengharapkan kekasih lain kecuali pasangannya

Mereka menundukkan pandangan karena kecantikan mereka

Pandangan yang memancarkan rasa kedamaian

Anugerah kecantikan yang membuat mata terpana

Yang membuat siapa saja terheran-heran

Dan bergumam setelah menyaksikan kecantikannya

Maha suci Allah yang telah memberikan kecantikan dan kebaikan

Pandangan mata mereguk minuman dari gelas kecantikannya

Engkau melihatnya seolah peminum yang sedang mabuk kasmaran

Sungguh sempurna fisik dan kecantikannya

Seperti bulan purnama pada malam keenam setelah delapan malam (malam keempat belas)

(Al-Kaafiyah Asy-Syaafiyah, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimaahullah)

4 Komentar (+add yours?)

  1. Abu Muhammad Fahim As-Salafy
    Nov 23, 2009 @ 00:59:51

    COpas buku syair2 cinta Ibnu Qoyyim ya ukh?

    Balas

    • ukhtiyfillah
      Nov 23, 2009 @ 05:31:37

      Iya. Kumpulan karya-karyanya Ibnul Qayyim yang di susun ulang oleh Manshur bim Abdul Aziz Al-Ujayyan. Judul bukunya Pesan-pesan Pemikat Cinta… Di pinjemin juga koq. Biasa, hobinya pinjem-pinjem gitchu deh😉

      Balas

  2. ainaa'ul mardhiyah
    Jan 19, 2011 @ 16:43:55

    subhanallah

    Balas

  3. adin
    Jun 30, 2011 @ 06:11:09

    subhanallah, duh buat isti jadi cemburu niey. Ijin Copaz dan kunjungi kami juga ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: