Persiapan Menjelang Ramadhan

ramadhan-karimRamadhan segera tiba. Dah pada melakukan persiapan belum? Udah pada tau kan bahwasannya pada bulan Ramadhan, pahala yang sunnah dihitung layaknya pahala wajib. Sedangka pahala wajib sendiri nilainya berlipat ganda menjadi tujuh puluh kali lipatnya dibanding pada bulan-bulan biasa. Nah biar ibadah kita di bulan mulia ini mendapat hasil yang optimal serta menambah keberkahan di sisi Allah, ada baiknya simak beberapa tips dibawah ini😉

Sedikitnya ada dua hal yang perlu dipersiapkan oleh kita guna menyambut bulan Ramadhan. Hal-hal tersebut antara lain :

1. Persiapan Pribadi

Kita –sebagai orang yang akan menjalankan ibadah dibulan ini– tentunya harus melakukan persiapan dari diri pribadi terlebih dahulu sebelum menyiapkan yang lainnya. Masing-masing waktu yang terlewati pastinya punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Sehingga persiapan pribadi yang berkesinambungan beberapa bulan sebelum datangnya Ramadhan perlu dilakukan agar kita mampu menghasilkan lebih banyak kelebihan (hal-hal yang bermanfaat) serta menghindari berbagai kekurangan yang dapat mengurangi nilai tambah kita dalam beribadah.

a. Ruhiyah

– Melatih diri dengan berpuasa sunnah. Tujuannya ya agar kita –terutama pencernaan– gak kaget lagi karena kebiasaan dan pola makan yang berubah secara drastis. Hal ini terkat juga dengan persiapan jasadi yang insyaallah akan kita bahas pada point selanjutnya. Gak ada lagi istilah teler dihari pertama puasa (kayak orang mabuk aja pake teler-teler-an segala). Hal ini juga pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam. Sehingga latihan kita ini pun insyaallah mendapat pahala ibadah sunnah. Sebelum bulan Ramadhan –yaitu Sya’ban, beliau berpuasa selama sebulan penuh atau sedikit aja yang enggak. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah Radiyallahu anha, ia berkata: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah berpuasa di luar bulan Ramadhan yang lebih banyak daripada yang beliau kerjakan pada bulan Sya’ban. Sungguh beliau berpuasa pada bulan Sya’ban sebulan penuh.” Dalam riwayat lainnya disebutkan: “Beliau berpuasa pada bulan Sya’ban, kecuali hanya sedikit saja yang beliau tidak berpuasa padanya.”

– Saling memaafkan pada sesama ikhwah. Kebanyakan orang sering salah persepsi dan beranggapan moment yang paling tepat untuk saling memaafkan tuh adalah pas Idul Fitri. Padahal saat-saat menjelang Ramadhanlah yang mestinya kita manfaatkan untuk saling memaafkan dan mengakrabkan diri kembali kepada semua orang yang pernah kita sakiti hatinya –sengaja ataupun tidak. Indahnya beribadah ketika keridhaan saudara kita sesama ikhwah telah kita dapatkan.

– Meningkatkan ibadah-ibadah Sunnah. Agar pas Ramadhan kita jadi tambah semangat buat menjalankan ibadah-ibadah tersebut. Secara, pahalanya berlipat-lipat bo’…… Tapi jangan cuma untuk ngarepin ibadah aja, orientasikan ibadah-ibadah yang kita kerjakan semata hanya untuk Allah. Insyaallah bakal lebih barakah.

b. Fikriyah

– Banyak membaca buku tentang keutamaan Ramadhan serta hal-hal yang berkaitan tentang ibadah pada bulan tersebut. Meskipun sejak SD kita udah diajarin tentang fiqih seputar Ramadhan, gak ada salahnya kalo kita mengulangi mempelajarinya. Agar ingatan kita jadi ter-up date dan menambah ke-optimalan nilai ibadah kita nantinya. Gak ada ruginya kok😉

– Gak ada salahnya kalo kita saling berkirim ucapan selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan kepada sesama ikhwah. Itung-itung untuk mempererat ukhuwah yang selama ini sempat renggang. Lagian sarana informasi yang makin lengkap aja sekarang, membuat kita makin mudah untuk saling berkomunikasi, dekat maupun jauh. Ada SMS, telepon, email, ataupun di facebook. Selama ada niat pasti bakal banyak jalan yang bisa ditempuh

c. Jasadiyah

Fisik kita merupakan satu komponen penting untuk menjalankan ibadah di bulan mulia ini. Maka menjaga kesehatan pra dan saat Ramadhan harus dilakukan jika kita gak ingin kegiatan kita beribadah jadi terganggu. Ada banyak cara yang bisa ditempuh. Misalnya aja jangan telat makan. Kalo antunna udah pada mulai latihan shaum sunnah, jangan pernah nunda-nunda buat berbuka. Bukan cuma karena alasan kesehatan namun hal ini juga terkait sama perintah Rasulullah Shallallu ’Alaihi wa Sallam, dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu anhu: ”Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari-Muslim). Selain itu selalu biasakan buat makan-makanan sehat dengan gizi seimbang. Terutama buat yang nge-kost. Kan sering tuh, gara-gara males buat masak akhirnya mie instan-lah yang jadi pilihan. Makanan dengan gizi seimbang tuh ternyata gak hanya baik buat kesehatan tapi juga baik buat kecantikan. Kok bisa? Baca deh artikel ini (Berburu Barakah dalam Cantik Sejati)

d. Akhlaki

Meskipun bukan dibulan Ramadhan akhlak kita seharusnya harus tetap dijaga. Namun ketika akan mendekati bulan ini, ada baiknya kalo kita lebih mengintrospeksi diri lagi. Iman Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah menyatakan bahwa puasa itu adalah menjaga kepala dan yang ada dibawahnya (mulut), menjaga perut dan yang ada dibawahnya (syahwat) serta selalu mengingat mati. Beberapa point yang termasuk persiapan akhlaki diantaranya adalah :

– Menjaga lisan dan perkataan dari yang bathil dan tidak bermanfaat. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: ”Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga ana pun mampu untuk selalu menjaga lisan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat. Perlu menjadi catatan, lisan disini bukan saja ucapan-ucapan yang keluar dari mulut kita namun juga apa-apa yang keluar dari dalam hati kita meski tak terucap melalui mulut. Bisa aja tulisan-tulisan di SMS, email, facebook, blog ataupun media-media lainnya. Jadi selain menjaga lisan, utamanya kita juga harus menjaga hati dari pikiran-pikiran yang gak bermanfaat

– Menjaga penglihatan. Dalilnya ada pada Al-Qur’an surat An-Nuur [24] ayat 30-31, “Katakanlah kepada laki-laki beriman, agar mereka menjaga pandangannya,…. Dan katakanlah kepada para perempuan beriman, agar mereka mereka menjaga pandangannya…..”Sekelumit akibat yang akan terjadi seandainya kita gak mampu menahan pandangan adalah rusaknya hati, terancam jatuh kepada zina, bisa melupakan ilmu, turunnya bala’, merusak sebagian amal serta menambah kelalaian kita terhadap mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir. Na’udzubillah. Serem pisan euy…

– Menjaga pendengaran dari yang bathil dan yang melenakan. Misalnya musik dan lagu yang membuat kita lupa pada Allah. Kalopun pengin denger lagu, pilihlah lagu-lagu yang gak dikhawatirkan bakal membuat kita lupa pada Allah. Misalnya aja nasyid. Namun itupun jangan keseringan karena masih jauh lebih baik berdzikir dengan kalimat-kalimat yang pernah diajarkan oleh Rasulullah seperti; Subhanallah wal Hamdulillah wa Laa ilaa ha illallahu wa Allahu akbar dan lain sebagainya. Rasulullah bersabda, ”Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera (untuk laki-laki), minuman keras dan alat-alat musik.” (HR. Bukhari-Abu Dawud). Beruntunglah ana ketika masih ada ikhwah yang mau mengingatkan ana tentang hal ini. Jazakumullah ya J

– Tidak memperbanyak mengkonsumsi makanan ketika berbuka. Karena hal ini sama aja dengan menzhalimi diri sendiri. Pencernaan kita bakal kaget ketika dengan tiba-tiba dimasuki makanan yang banyak. Akhirnya ibadah pun menjadi berat. Hal itu juga menunjukkan kalo kita ternyata belum mampu untuk menahan nafsu.

e. Materi

Point ini dimasukkan sebagai salah satu upaya kita dalam meningkatkan amal kita berupa shadaqah. Biar gak jadi memberatkan, mulai nabung dari sekarang gak masalah. Asal jangan karena ingin shadaqah ketika bulan Ramadhan, pas ada orang yang memerlukan bantuan kita saat ni, kita malah enggan buat ngasih uluran tangan dan sedikit bantuan. Hal itu gak dibenarkan. Shadaqah itu dianjurkan dimana aja dan kapan aja selagi kita mampu memberi. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam pernah bersabda kepadanya: ”….. Sungguh, tidaklah engkau menginfaqkan sesuatu dengan tujuan mencari ridha Allah, melainkan engkau akan mendapat pahala karenanya, bahkan makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu sekalipun.” (HR. Bukhari-Muslim).

2. Persiapan Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor pendukung terciptanya kenyamanan dalam beribadah. Lingkungan yang kondusif serta mampu memberikan suasana yang mendukung untuk kita beribadah sangat diperlukan. Untuk itu lingkunga dimana kita sering melakukan kegiatan padanya perlu diberikan pembenahan-pembenahan yang sesuai. Misalnya;

a. Lingkungan Rumah, karena rumah merupakan salah stau nikmat Allah yang wajib kita syukuri keberadaannya. Dan juga sebagian besar waktu kita kebanyakan kita habiskan di rumah. Sehingga patut menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif dirumah. Agar terwujud apa yang disebut baiti jannati (rumahku syurgaku). So Sweet J. Bisa juga dengan mengubah tata letak perabotan dirumah biar tampilannya terlihat lebih baru.

b. Tetangga, karena merupakan orang terdekat yang berada dengan kita maka tetangga kita wajib kita ajak untuk sama-sama melakukan persiapan saat menjelang Ramadhan. Bisa juga kita jadikan sebagai partner kita dalam berda’wah. Gak ada salahnya menjelang Ramadhan kita sama-sama dengan para tetangga buat kajian yang membahas tentang keutamaan Ramadhan dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Menjlinkeakraban yang lebih dengan tetangga dalam rangka da’wah serta dalam rangka menyambut Ramadhan adalah sebuah tindakan yang baik.

c. Tempat ibadah, kalo dirumah kita ada ruangan khusus untuk melaksanakan shalat, baik juga kalo kita kembali merapikannya bareng keluarga. Biar lebih nyaman dan ibadah pun makin sempurna. Kalopun dirumah kita gak ada mushalla khusus, mushalla atau masjid dikampung maupun di sekolah atau dikampus kita juga gak masalah kalo kita mau ngeberesinnya bareng tetangga atau temen-temen. Asik tuh kerja bakti rame-rame nyambut Ramadhan.

d. Tempat kerja atau sekolah perlu juga kita buat agar mendukung sepenuhnya persiapan kita menyambut Ramadhan. Masang spanduk atau pamflet dengan tulisan ”Marhaban Yaa Ramadhan” di situ plus bagi-bagi stiker kesemua ikhwah akan membuat Ramadhan kita kali ini lebih bermakna insyaallah.

Nah mungkin ini dulu sedikit tips (lagi-lagi tips ^_^)dari ana untuk menyambut Ramadhan agar lebih semarak. Semoga barakah…. Wallahu a’lam bish shawwab.

5 Komentar (+add yours?)

  1. t13nr4
    Jul 10, 2009 @ 00:46:51

    assalamualaikum, nice articel, keep posting!!!!
    also visiting my web: tnr.oonclinic.com
    tienra.wordpress.com
    itnews.oonclinic.com
    berita.oonclinic.com
    {promosi, he..he9x}

    me is the 1st who comment in your blog ya?

    Balas

  2. Ammu Syahla
    Jul 21, 2009 @ 08:22:29

    salamun….

    Balas

  3. Adinda Putri
    Agu 02, 2009 @ 05:01:52

    Assalamualaikum
    Ijin co-paste smua artikel pnya kakak ya, soalnya isinya smuanya bgs2 n insya allha sngt bermanffat skli
    Syukron

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: