Di Jalan Da’wah Aku Melangkah……

akhwatzoneWah, judulnya njiplak ni. Kayak motto LDK kampus ana aja…. . Hehehe, mohon di-afwan-in ya. Abis kata-katanya bagus sih n terlebih lagi mewakili apa-apa yang akan menjadi unek-unek ana yang bakal dibahas sekarang.

Memang berat rintangan yang terasa dikala kita berazzam untuk istiqomah di jalan ini. Bertekad agar tak sedikitpun kaki ini bergeser menjauh dari koridor keimanan hanya padaNya. Banyak hal yang dijumpai sebagai ujian kesabaran yang khusus dihadiahkan olehNya kepada hamba-hambaNya yang meng-azzam serta bertekad untuk menegakkan panji-panji Ilahi di wajah bumi yang kian renta ini. ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-Ankabuut [29] : 2-3)

Na’udzubillah. Betapa kita menjadi apa yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang dusta ketika saat ujian mendera lantas kita mundur dari jalan ini. Enggan untuk kemudian kembali berjuang bersama-sama dengan para jundi-jundi Allah yang lainnya bak umat Nabi Musa ’Alaihis Salam yang berkata ”Wahai Musa, sampai kapanpun kami tidak akan memasukinya selama mereka masih ada di dalamnya. Karena itu pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua. Biarlah kami tetap (menanti) di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah [05] : 24)
Astaghfirullah hal adzim…..

Beberapa ujian –atau bolehlah dibilang problematika– yang mungkin pernah ikhwah fillah alami di jalan da’wah ini akan coba ana ketengahkan disini sebagai bahan muhassabah kita bersama agar senantiasa mawas diri tehadap ujian-ujian tersebut –yang seringkali tidak hanya berupa kesusahan-kesusahan namun juga berupa kegembiraan sesaat yang melenakan. (Wuih bahasanya…!! Dahsyat …..!!!! Tumben bisa pake bahasa Indonesia yang rada baku hhehehehe…..)

1. muslimahKrisis ukhuwah sesama aktivis da’wah. Dimana hal tersebut mengakibatkan berkurangnya ’taste’ dari hasil-hasil kerja da’wah yang kita capai. Kerja-kerja yang kita lakukan hanya berlandaskan kepada sebuah rasa berkewajiban, bukan pada semangat berda’wah fi sabilillah untuk mencapai keridha-anNya. Akibat yang ditimbulkan selain berkurangnya ’taste’ dari hasil-hasil kerja da’wah itu, juga akan timbulnya rasa futur dari dalam diri kita sendiri. Tentang futur ini, insyaallah akan kita bahas setelah beberapa point dibawah ini. Selain itu juga yang pasti kesolidan antar tim sendiri pun akan menurun dratis. Nah lho!

2. akhwat-kcil5Hal yang berlawanan dengan point diatas adalah terlalu longgarnya hijab yang membatasi pergaulan ikhwan-akhwat dalam sebuah lembaga da’wah. Mungkin kurang terpantaunya kerja da’wah yang dilakukan para penggeraknya oleh kader atas yang lebih faham dan lebih senior merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hal ini. Namun sebelum menyalahkan siapa-siapa terhadap masalah yang satu ini, alangkah sangat baiknya jika diri kita sendirilah yang lebih dahulu harus di-tabayyun-i. Rasulullah pun pernah bilang, ”Alangkah baiknya orang-orang yng sibuk dengan ’aib mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain.” (HR Ad Dailami).
Sedikit cerita, suatu ketika ana pernah nemu sebuah blog yang juga milik seorang akhwat. Salah satu artikel yang pernah beliau post-kan di blognya itu adalah mengenai tipe-tipe akhwat di ranah da’wah ini. Salah satu kategorinya yang kemudian menurut ana cocok buat dikaitkan pada masalah kita kali ini adalah akhwat ”APEL” alias tipe akhwat yang Amat suPEL. Saking supelnya sampe-sampe gak mengenal lagi batasan-batasan gaul dengan yang lawan jenis. Hal ini berlaku juga lho buat makhluk berjenggot bernama ikhwan (maaf ya Wan, ana nyebutnya gitu. Tapi kan antum emang jenggotan –kecuali jenis-jenis tertentu yang emang jenggotnya gak mau nongol ^___* V).
Semoga kita gak termasuk kedalam aktivis jenis ini, insyaallah……

3. VMJ alias Virus Merah Jambu. Bahkan sebagian ikhwah yang mungkin saking sebelnya sama masalah yang satu ini, sampe-sampe nyeletuk ngganti nama ni virus jadi VAR atau Virus Api Neraka. Na’udzubillah.
Cinta, Al-Hubb, Love atau apapun namanya gak bisa dipungkiri oleh siapapun merupakan anugerah dan salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita syukuri keberadaannya. Bayangkan jika dunia gak dilingkupi cinta. Semua yang kita kerjakan pasti akan terasa hambar. Seseorang yang gak mencintai pekerjaannya pastinya akan bekerja dengan rasa keterpaksaan. Gak bakal ada yang namanya kekasih. Gak akan ada yang namanya rasa sayang. Ahhh…. pokoknya bayangin sendiri deh rasanya kalo didunia ini gak ada yang namanya CINTA.
islamTapi, kita sebagai orang yang sudah paham dengan batasan-batasan interaksi atau gaul terhadap lawan jenis mestinya patut memberikan contoh kepada orang-orang awam yang belum tau bagaimana hal yang mestinya dilakukan dalam memanajemen sebuah rasa yang disebut cinta itu. Bukan malah jadi ikut-ikutan. Meski peng-ekspresi-an cinta dikalangan aktivis ini gak seekstrim orang kebanyakan –cz ada yang berkedok sebagai ta’aruf, pacaran islami dsb– namun siapa yang akan menjamin bahwa mereka akan aman dari yang namanya tipu daya setan. Salah satu hadist Nabi kita yang pasti udah sangat populer, ”Janganlah kamu berdua-duaan karena yang ketiganya adalah setan”. Kalo orang waras, siapa juga yang mau ditemenin sama setan. But disini, karena hawa nafsu yang ikut ngomporin, akhirnya…….. yah, antum lebih tau lah!.
Panjang deh pembahasan kita tentang yang satu ini. Karena emang masalah yang akan ditimbulkan oleh hal ini akan sangat kompleks jika dibiarkan terus menerus menjangkit dikalangan aktivis da’wah ini.
Penyelesaiannya? Bagi yang hubungannya udah terlanjur ketauan oleh mas’ul maupun murabbi/ah-nya, beruntunglah antum. Lhhoo??? Kok malah beruntung sih??? Weissss, jangan protes dulu. Ana katakan beruntung karena dengan ketauannya hubungan ’terlarang’ itu maka pintu-pintu setan yang mengajak pada kesesatan akan semakin dipersempit dan jalan kembali menuju cahayaNya akan lebih dipermudah. Setuju? Harus!. ”…..Engkau muliakan siapa pun yang engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [03] : 26)
Yang belum ketauan tapi udah duluan ngebaca blog ini (^^,) ? Kesadaran terhadap diri sendiri perlu dibangun. Ibarat seorang pecandu narkoba yang gak akan pernah sembuh tanpa adanya kesadaran dan kemauan dari dalam dirinya sendiri untuk sembuh. Begitu pun halnya dengan orang-orang yang terjangkiti VMJ ini. Kalo gak tahan, buruan nikah. ”Wahai sekalian pemuda…. barangsiapa diantara kalian berkesanggupan (sudah mampu) maka hendaklah menikah. Karena sesungguhnya ia (menikah) dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Udah sangat sangat jelas kan petuah dari Nabi kita yang mulia, Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam tentang hal yang satu ini. Pasti antum lebih mengerti maksud ana ini. Wallahu a’lam bish shawwab….

4. Point empat, masalah kefutur-an.
3878272079147lPenjelasan singkat tentang sebuah kata bernama “futur” pernah ana dapatkan dalam sebuah kajian. Intinya, futur itu adalah perasaan dimana seorang aktivis da’wah merasa bosan dengan aktivitas yang ia lakukan. Gak bersemangat atas apa-apa yang ia kerjakan. Pokoknya gejala 5L (Lelah, Letih, Lemah, Lesu, Lunglai) menjangkit pada dirinya terhadap aktivitas-aktivitas da’wah yang ia garap. Lengkap deh penderitaan. Penyebabnya bisa aja salah satu atau ketiga-tiga point diatas. Namun juga bisa jadi gara-gara kesalahan dari kitanya sendiri. Males datang kajian, ogah-ogahan dengerin materi halaqoh, gak terpenuhinya targetan amal yaumiyah dan sebagainya merupakan masalah-masalah yang memungkinkan timbulnya kefutur-an dalam jiwa kita (termasuk yang ngomong juga niihh. Jadi nyindir diri sendiri ceritanya xxixixi). Sedikit tips biar kita gak dikit-dikit ngerasa futur akan ana bagi disini. Namun bukan berarti ana pun udah pinter menerapkan tips ini agar gak futur berkali-kali. Disini kita bakal sama-sama belajar guys (hyaahhh bahasanya ) ^_____*
a. Jangan sampe absen dateng halaqoh, apalagi dengan alasan-alasan yang gak syar’i
b. Konsisten dengan amal yaumiyah yang udah ditargetin
c. Baca Qur’an plus merenungi isi kandungannya
d. Jangan lupa shalat lail. Kalo masih rada susah buat bangun malem, minta deh ama saudara, akhuka or ukhtuka buat ngebangunin (but, tetep yang mahram lho. Jangan biarkan pintu-pintu setan terbuka walau sekecil apapun. Niatan mo bangunin saudara, tar malah timbul VMJ alias VAR yang udah kita bahas tadi). Tips juga dari seorang ikhwah, sama-in nada alarm hape dengan nada dering atau nada panggilan masuk biar kita secara refleks bisa bangun. Rajin-rajin juga buat ganti-ganti tanda panggilan masuk tersebut biar kita tetep secara refleks bisa bangun. Tips yang unik, hhehehhe….
e. Yang wajib dikerjakan, kenapa gak berusaha nyunnah juga??? Toh gak ada ruginya
f. Ngumpul dengan orang-orang shaleh/shalehah (yang mahram). But bukan berarti jadi anti ngumpul dengan orang-orang yang ammah lho ya…. Mereka malah wajib kita da’wahi dengan cara yang ma’ruf
g. Rajin-rajin datang kajian. Ini juga masih nyangkut ama tips nomor f.
h. Minta ditausiyah-in saat futur terasa akan menyerang. Saudara terdekat kita –terlebih keluarga ’kecil’ kita di halaqoh– insyaallah mengerti tentang kesusahan yang kita hadapi n dengan senang hati menyediakan bahunya untuk tempat kita bersandar. So jangan pernah merasa sendiri !!!
i. Munculkan semangat dari dalam diri sendiri kalo kita gak akan terganggu ama yang namanya ”syndrome-futur” tersebut
j. Jangan kebanyakan ngayal gak ada guna. Mending kalo lagi gak ada kerjaan, cari-cari deh kerjaan yang bermanfaat. Beresin kamar, nyuci-nyuci atau bisa juga ngarang-ngarang artikel gini. Insyaallah bakal lebih bermanfaat

5. scan20003Cz dari tadi yang dibahas kayaknya cuma tentang masalah-masalah internal diri kita aja, point satu ini mungkin akan agak berbeda dari pembahasan sebelumnya. Dimana saat profesionalitas kerja da’wah kita dipertanyakan.
Satu contohnya adalah saat undangan syuro’ memanggil. Masalah yang mungkin sering timbul diantaranya adalah tentang manajemen waktu sebelum maupun saat syuro’ sedang berlangsung. Selain itu, kurang terpenuhinya hak-hak anggota syuro’ juga merupakan satu kenyataan yang mungkin timbul disamping terkadang agenda-agenda syuro’ yang sering terlewat untuk dibahas. Wah, ternyata banyak juga ya yang bisa kita bahas di dalam point ini. Oke, yuk kita kupas satu-persatu (buah kaleee dikupas)
– Manajemen waktu. Ana pernah mengalami undangan syuro’ yang akan dihadiri ngaret sampe berjam-jam (enggak dink, cuma sampe bermenit-menit doang kok. Tapi pernah juga sih yang ngaret sampe 59 menit, becanda becanda ;-)). Yang parah ni pas waktu syuro udah tiba n semua angguta udah pada ngumpul, eh malah yang ngundang yang gak kunjung hadir. Allahu a’lam mungkin dia masih ada amanah yang harus diselesaikan atau ada halangan yang ngebuat dia telat, kita tetep wajib berbaik sangka terhadap saudara kita. N buat yang telat, sesempat mungkin untuk ngasih kabar kepada semua anggota syuro’ perihal keterlambatannya itu. Se-enggaknya ngasih tau satu orang yang mewakili untuk disampein ke semua anggota syuro’ juga gak masalah. Yang penting jangan sampe gak ngabarin sama sekali. Trus alasan telat juga harus yang syar’i lho. Siapa yang gak sebel kalo orang yang ditunggu-tunggu kedatangannya ternyata telat cuma gara-gara abis mandiin kucing kesayangan. Wah…. gak banget deh kalo kayak gitu
– Kurang terpenuhinya hak-hak anggota syuro’, misalnya dalam forum tersebut satu orang aja yang dari pembukaan, kultum, tilawah, ngebahas agenda syuro’, ampe syuro’nya ditutup yang ngomong (pidato aja deh kalo caranya gitu :-D). Harus ada pembagian yang jelas tentang hal-hal semacam ini. Biar yang namanya kecemburuan sosial antar peserta syuro’ gak terjadi. Kasih juga kesempatn yang sama rata buat nyampein unek-unek, saran maupun kritik. Tapi mesti tetep sesuai dengan adab-adab dalam syuro’; harus sopan, sesuai dengan apa yang lagi dibahas, gak motong pembicaraan serta gak rebutan ngomong (emang pasar???)
– Agenda syuro’ yang sering terlewat buat dibahas. Point ini sebenernya masih terkait dengan apa yang kita sebut diawal sebagai manajemen waktu. Ada kalanya cz keasik-an ngebahas satu pokok permasalahan, masalah-masalah yang laen malah gak sempet dibahas karena anggaran waktu yang keburu abis. Hal ini ngebuat syuro’ kita jadi gak efektif. Semula bisa sharing banyak permasalahan, akhirnya malah cuma sebagian kecil yang bisa dibahas bersama-sama
– Sedikit tambahan, jangan pernah maksain kehendak sendiri. Mempertahankan pendapat gak dilarang, tapi jika mayoritas gak sepakat kita gak boleh egois. Namanya aja syuro’. Kalo gak mau menerima masukan dari orang lain, gih sana get out!
Pesen ana, tetep jaga hijab didalam syuro’. Biar gimanapun, interaksi ikhwan-akhwat gak bisa dihindari. Hal ini juga memperlihatkan keprofesional-an kita dalam menjalani agenda-agenda da’wah. Minta ingetin ma saudara yang sehijab dengan kita kalo kita terlupa. Namanya aja manusia, wajar kalo khilaf. Asal jangan sengaja di-khilaf-khilaf-in aja.

6. BeTeSatu hal yang menghambat kita untuk maju adalah mudahnya hati ini tersinggung hanya karena kritikan kecil dari sang sahabat atau mungkin sebuah saran yang ditujukan untuk kebaikan diri kita sendiri. Ngambek-an cuma wajar jika yang ngelakuin adalah adek-adek kita dirumah yang masih pada imut. Lhah kita? Udah gede masih sering ngambek, amit-amit deh. Bahkan yang rugi nantinya juga kita sendiri. Jadi dijauhin temen-temen, gak da lagi yang mau ngasih masukan buat kebaikan kita, en lain-lain bisa terjadi kalo sifat ini terus kita budidayakan dalam diri. Mending budidaya ikan. Bisa jadi penghasilan ^_______^. Menerima sebuah kritikan untuk diri kita –terutama kritik yang membangun– bisa jadi latihan bagi jiwa kita untuk menjadi kuat menghadapi ujian-ujian yang jauh lebih berat lagi. Inget aja deh, sebuah kritik kecil gak akan ngebuat dunia kita berakhir. Tapi bukanberarti kita malah cuek n terkesan acuh tak acuh mendengarkannya. Terima dengan lapang dada, cerna dengan pikiran yang terbuka, ambil hikmahnya karena siapa tau hal itu emang bener tapi tetep, JANGAN NGAMBEK.

Ini dulu deh yang bisa ana bagi ama ikhwah fillah sekalian. Karena keterbatasan ilmu ana juga yang ngebuat kata-kata panjang tapi dengan makna yang gak luas. But tetep, moga ini semua bisa diambil manfaatnya bagi kita semua. Kalo ada yang kurang, pastinya itu dari ana. Tapi kalo ada lebihnya ya mbok dibalikin ama yang punya, eh salah dink. Kalo ada lebihnya tentu semata-mata adalah karena Allah😉. Di Jalan Da’wah Aku Melangkah…..

Yogyakarta
Jum’at, 03 Juli 2009 @ 8.51pm

8 Komentar (+add yours?)

  1. akh khabir malaysia
    Feb 11, 2010 @ 13:40:14

    bagus sih isinya, insya-ALlah

    Balas

  2. akh khabir malaysia
    Feb 11, 2010 @ 16:09:54

    bagus

    Balas

  3. akh khabir malaysia
    Feb 11, 2010 @ 16:11:09

    i’m sorry, not mean to spam, you can delete my comment if u want.

    Balas

  4. shepty_azzahra
    Mar 16, 2010 @ 22:11:52

    assalamualikum…
    salam ukhuwah fillah…
    subhanallah..,:)
    boleh an share ukh???

    Balas

  5. aaliyah
    Apr 26, 2010 @ 20:17:18

    ukhtifillah,ana izin copy ilmunya, sebagai referensi bahan mading

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: