Cinta yang Hakiki, Bukan Cinta ama yang Namanya Hakiki ^______*

3083_1052358154497_1392067969_30104610_8325992_nSesungguhnya, kekuatan yang hakiki ada pada cinta. Ingatlah Allah menciptakan dunia seisinya –termasuk manusia– dengan satu kata, cinta. Gunakanlah cinta untuk semangat jihad. Gunakanlah cinta sebagai bahasa universal amar ma’ruf nahi munkar. Bersedihlah kalian jika ketika melihat kebatilan kalian justru membiarkannya demi nama cinta. Cinta yang benar adalah, luruskan kebatilan tersebut dengan kekuasaanmu, dengan lisanmu, hingga dengan batin cintamu.
________________________________________________________________________
Serius banget tulisannya???

Ya, tulisan ini ana kutip dari sebuah buku tentang keutamaan para shahabiyah Radhiyallahu anhuma di zaman Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam. Ana sangat tersentuh setelah membaca penggalan kalimat diatas. Karena ketika kita melihat realita tentang cinta zaman sekarang, begitu banyak– bahkan dapat dibilang sebagian besar– dari mereka yang menyalahgunakan makna dari cinta yang sebenarnya…..

Padahal sesungguhnya ada satu cinta yang hampir-hampir atau bahkan telah kita lupakan. Padahal (padahalnya sekali lagi) cinta inilah yang telah memberikan semuanya. Tak ada satupun keinginan kita yang tidak akan tidak dikabulkan tatkala kita meminta kepadaNya.

Ketika ana sedang ada pada perkuliahan dikampus tercinta, ana mendapatkan sebuah kata-kata bijak dari dosen yang saat itu memberikan materi perkuliahan,
Setiap kenikmatan yang tidak menjadikan diri seseorang dekat kepada Allah, maka akan menjadi siksaan. Sebaliknya, yang menjadikan nikmat itu kekal adalah bila kita bersyukur dan taat pada Allah.

Disini, ana akan coba-coba menarik-narik eh, menarik sebuah kesimpulan yaitu nikmat apapun itu –tak terkecuali nikmat cinta– jika kita tak mensyukuri tentang keberadaannya maka Allah dengan janjiNya,  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat.” (QS. Ibrahim[14] : 07) niscaya tidak akan segan-segan untuk mencabut indahnya cinta dari diri kita.

Ih syereeeeem…….
Bayangin aja ketika cinta yang pada awalnya sangat kita puja-puja n kita bangga-banggain tiba-tiba jadi bumerang buat kita sendiri maupun orang-orang terdekat kita. Pasti gak akan ada seorang makhluk pun didunia ini yang mau begitu. Tapi meski begitu bejibun contoh di dunia nyata ini yang bisa kita saksikan langsung.
Misalnya aja nih, dua orang remaja n remaji yang saling cinta (katanya….) mau ngelakuin apa aja demi menunjukkan rasa kesetiaannya pada sang kekasih.Kayak katanya Ungu nih
Berikan aku ….. pertamamu
Agar ku yakin kau memanglah milikku…….
(afwan, kata-katanya di sensor. Gak masuk dalam kriteria kata-kata yang ahsan buat konteks ini). Abis gitu, cz bisikan setan n dorongan nafsu akhirnya terjadilah……… dorrrr!!!. Siapa yang bisa menjamin kalo setan gak bakalan ngebisik n merasuk dihati kita?

Apa itu yang dinamakan cinta??? Gara-gara sebuah pembuktian akan kesejatian cinta yang gak sejati itu, endingnya sepasang ‘kekasih’ tersebut –khususnya si remaji– bakalan ngalamin yang namanya madesu alias Masa Depan Suram!!!. Bener gak sih???

Terus lagi, ketika seorang ayah yang katanya sangat mencintai keluarganya rela mencari uang dengan cara apa aja buat ngebahagiain keluarga tercinta. Gak terkecuali dengan cara-cara gak halal misalnya aja dengan korupsi.
Ih, tuh bapak kok tega amat yak ngasih keluarga– yang katanya sangat dicintainya itu– dengan uang yang gak jelas juntrungannya gitu!!!

Balik ketopik, maka cinta yang hakiki itu adalah tatkala kita ketika mencintai seseorang atau apapun, dimana hal tersebut bakal dapat ngebawa kita lebih dekat dan lebih mencintai Sang Pencipta cinta, Allah Azza wa Jalla…….

Semoga cinta yang kita miliki sekarang dapat membawa kita pada kehakikian cinta yang sesungguhnya.Amiiiiin…….(koor sama-sama!!!)

Terakhir, ana bakal ngelampirin sebuah lagu nasyid yang isinya mungkin sesuai dengan tema postingan ane kali ini. Semoga lagu ini bakal mampu menaikkan ghirah kita –khususnya ana sendiri– untuk lebih mencintaNya lebih dari apapun. KumencintaiMu lebih dari apapun…. (Lho kok nyanyiin lagu ungu lagi sih??? ^__________* V)

Cinta Dunia

Ku sadari kelemahan diri
Terpedaya cinta dunia ini
Penuh dosa yang telah terhina
Diri ini telalu jauh dariNya

Duhai Rabbi selamatkan kami
Yang tak mampu jalani perintahMu
Ku tak sanggup menahan siksaMu
Selamatkanlah kami Ya Allah….

Kami sadar kami khilaf
Dunia ini sementara
Lindungi kami Ya Rabbi
Dari kezhaliman diri….

Kami tak sanggup menahan
Dalam gelap jalan ini
Tunjukkan kami Ya Rabbi
JalanMu yang lurus….

Yogyakarta
Sabtu 04 Juli 2009

2 Komentar (+add yours?)

  1. ehem,,
    Okt 30, 2009 @ 14:48:42

    UNY ya UKH,.??

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: